Kemarin sore, di Pontianak hujan. Hujan sangat deras,
saya yang sudah menggunakan jas hujan saja masih basah. Basah kuyup sekali.
Tapi cerita saya kali ini bukan-tentang-saya-yang-kehujanan hehe.masih tentang
kehujanan dan kejadian sore itu tapi ini yang menarik hati saya *Tssaaahh :)
Begini ceritanya…
Saya yang sudah kehujanan kuyup waktu itu tidak memilih
untuk berhenti, karena bagi saya hujan adalah suatu suasana yang termanis karena ketika hujan saja kita bisa menghirup Petrichor.
Biasanya moment hujan, entah itu gerimis,hujan deras atau bahkan hujan badai
sekalipun tetap membawa suasana hati kita menjadi rada galau hahaa. (udah
serius,masih aja bercanda -_-)
Nah ketika itu saya terjebak macet, bisa dibayangkan Macet?
Hujan deras?Wah,jangan di bayangkan.pasti semakin galau. Ketika itu mata saya
melihat dua orang anak manusia (?) yang masih menggunakan seragam sekolah di
atas motor Yam*h* (sepertinya sebab mata saya rabun :D) kedua anak ini terlihat
tidak galau, saya ga habis pikir hujan deras itu mereka happy sekali, Oke lebih
detailnya yang menggunakan seragam SMA laki-laki dan yang
menggunakan seragam SD laki-laki juga. Saya perkirakan mereka abang-adek. Bukan
itu yang menjadi perhatian saya. Bukan tentang seragam mereka juga.
Yang menarik perhatian saya adalah mereka tidak menggunakan jas
hujan, dan Helm besar sang anak lelaki SMA itu diberikan ke anak lelaki SD.. Ya anak kecil yang masih
bercelana pendek. Dengan riang gembira anak lelaki SD memakai helm besar itu
dan berlindung dibalik tubuh anak lelaki SMA sambil memeluk Tas anak lelaki SMA
agar tidak kehujanan. Mereka menikmati air hujan, sambil anak lelaki SD membentangkan tangan lalu memeluk tas anak SMA lagi. begitulah, sesekali tertawa
seakan-akan saya mendengar mereka berteriak “Hello Hujan”. Mungkin karena
mereka gembira. Atau mungkin juga karena mereka sudah terlanjur basah
kuyup.entahlah. hahahaa.
Tapi moment itu sangat menginspirasi saya,
Alhamdulillah.Allah memberikan pelajaran untuk saya melalui kedua anak itu adalah
bahwa setiap kita bisa menciptakan kebahagiaan untuk kita sendiri, entah bagaimanapun caranya.Kita juga bisa bersyukur melewati hari dengan cara kita sendiri. hanya kita yang tau. dan setiap
kita bisa saling menjaga. dalam keadaan apapun kita bisa menjaga saudara kita. entah bagaimanapun caranya. Bahagia itu sederhana. Sesederhana menikmati butir-butir air hujan.
Itu saja.
“katanya cinta memang
banyak bentuknya…..Kuterpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu, terkagum pada
pandangmu, caramu melihat dunia kuharap kau tau bahwa ku terinspirasi hatimu”
(Raisa, Jatuh hati)

dibikin buku lah kk,,:)
BalasHapushahaa :D
BalasHapus