Laman

Sabtu, 22 Agustus 2015

Dua Empat

Waktu yang terlewati sebenarnya tidak bisa kembali lagi sebagaimana yang orang-orang sering katakan “kemarin adalah kenangan” dan “esok adalah misteri” dengan begitu kita bisa menyimpulkannya,kan? Lalui saja hari ini lakukan kebaikan hari ini juga jangan menunggu esok sebab ia misteri.  

Selamat memasuki kedewasaan di dua empat,tik…



“24 tahun ya rabbana hamba di dunia rabbana, hamba banyak dosa rabbana hamba mohon ampun” (ebiet beat A, 24)

Makasih doanya dari ortu,adek-adek,sepupu-sepupu,om,tante,sahabat dan teman-teman semuanya. makasih banyak...

Minggu, 16 Agustus 2015

Obrolan kita

Suatu hari di sela kuliah semester pendek di kampus, saya ngadem kemasjid kampus untuk melepas penat setelah kuliah dan naik-turun- naik tangga *fiuh
Dan dimasjid kampus bertemu dengan saudara yang  bisa di bilang sudah lama tidak bertemu.  Serasa apa-apa cerita dan kisah ingin segera diceritakan . obrolan kami tidak lepas dari haru biru mengejar masa kuliah semester pendek yang kami ambil dengan status kami di kampus yang bukan –mahasiswa-muda lagi hahaha. Bercerita tentang karir (ealaah) tentang dosen, tentang politik negeri, semua-muanya kami cerita. Sampai pada ceritanya orang yang sudah berumur 20 tahun keatas *duh

“sebenarna apa sih ya yang di takuti “mereka” sampe belum berani?”
“hmm, iya ga tau juga lah aku pikir mereka agak kurang punya nyali”
“gini loh tik, kita sih ga minta harta banyak asal dia tahu agama. Bukannya Allah udah janji Allah akan cukupkan rejeki kita kalo kita menikah”
“---------“
Sebenarnya topic ini memang ga diundang buat hadir dalam obrolan kami, tapi yah pada akhirnya hadir juga.
 Ibaratnya pinangan, kita belum siap mungkin Allah udah menyiapkan. Kita udah siap mungkin Allah sedang mempersiapkan. Siapa yang tahu… tahunya punya siapa (?)
So, menjaga diri, menjaga kualitas diri, memantaskan diri dihadapan Allah.


“didiklah wanita dengan keimanan bukan dengan harta atau pujian”
(dehearty, wanita)

Kamis, 13 Agustus 2015

Sudah cukup kuat kah?



Memang adakalanya kita harus kuat dalam setiap kejadian yang menimpa kita. Karena kita percaya takdir Allah. Percaya bahwa menerima dengan keputusan apapun itu, menerima dengan lapang dada bahwa hari esok rasa menyesakkan ini akan menjadi kenangan terindah di memori kita. Mengikhlaskan setiap manis pahitnya cerita kehidupan. Hanya saja untuk meyakinkan diri kita akan hal itu yang tekadang sulit, karena menyanjung-nyanjung kata bahwa kita kuat, kita sedikit kuat, kita sangat kuat itu rasanya kurang tepat. Seharusnya kita sudah cukup kuat untuk menghadapinya. Karena jika kita sudah cukup kuat maka persiapan kita hanya hadapi dan berdoa.