Suatu hari di sela kuliah
semester pendek di kampus, saya ngadem kemasjid kampus untuk melepas penat
setelah kuliah dan naik-turun- naik tangga *fiuh
Dan dimasjid kampus bertemu
dengan saudara yang bisa di bilang sudah
lama tidak bertemu. Serasa apa-apa
cerita dan kisah ingin segera diceritakan . obrolan kami tidak lepas dari haru
biru mengejar masa kuliah semester pendek yang kami ambil dengan status kami di
kampus yang bukan –mahasiswa-muda lagi hahaha. Bercerita tentang karir (ealaah)
tentang dosen, tentang politik negeri, semua-muanya kami cerita. Sampai
pada ceritanya orang yang sudah berumur 20 tahun keatas *duh
“sebenarna apa sih ya yang di
takuti “mereka” sampe belum berani?”
“hmm, iya ga tau juga lah aku
pikir mereka agak kurang punya nyali”
“gini loh tik, kita sih ga minta
harta banyak asal dia tahu agama. Bukannya Allah udah janji Allah akan cukupkan
rejeki kita kalo kita menikah”
“---------“
Sebenarnya topic ini memang ga
diundang buat hadir dalam obrolan kami, tapi yah pada akhirnya hadir juga.
Ibaratnya pinangan, kita belum siap mungkin
Allah udah menyiapkan. Kita udah siap mungkin Allah sedang mempersiapkan. Siapa
yang tahu… tahunya punya siapa (?)
So, menjaga diri,
menjaga kualitas diri, memantaskan diri dihadapan Allah.
“didiklah wanita dengan
keimanan bukan dengan harta atau pujian”
(dehearty, wanita)