Mengapa kita selalu bertemu dengan orang-orang yang
menginspirasi? hmm… karena, mungkin di setiap paginya kita selalu berdoa “semoga hari ini saya melewati hari dengan
bertemu orang-orang yang menginspirasi” jadi, Allah pun meng ACC doa kita.
Orang-orang yang Allah kirimkan untuk mengetuk hati kita pun berbagai macam
bentuknya, ada yang langsung mengetuk hati. Ada yang setelah melewatinya
barulah kita terpikirkan di sepanjang jalan, bahwa ternyata yang barusan kita
lewati itu ada terselip cerita yang menginspirasi. Baru sadarnya ketika kita
sudah kembali ke rumah atau sadarnya ketika kita bertemu kedua atau ketiga
kalinya. Ah selalu saja, membuat hati terkadang terkagum terkadang pun malu.
Malu karena betapa diri ini masih jauh dari kata “baik” yang sesungguhnya.
Sore itu melewati sebuah jalan yang hampir sejak kuliah
selalu saya lewati, bisa dibayangkan sekarang sudah tahun ke enam. Jadi sudah
enam tahun lewat jalan itu, dan kemungkinan perharinya sudah bolak-balik entah
berapa kali tapi kok baru sadarnya
sore itu ya. Di jalan itu ada sepasang suami istri yang berdagang es tebu di
seberangan sebuah sekolah menengah pertama. Biasaya istrinya yang berjualan,
suaminya yang mengupas dan membersihkan tebu. Menurut cerita adik saya sang
suami agak sulit berjalan. Saya tahu mereka berjualan, saya sering melihatnya.
Di tempat yang berbeda dan di jalan yang sama, ada seorang
bapak-bapak dengan menggunakan tongkat dan berjalan agak kesulitan dan sering
singgah ke warung warung meminta ganjalan perut untuk bertahan hidup. Saya juga
sering sekali melihat bapak tua itu. Hampir tiap saya melewati jalan itu beliau
selalu ada. Bertopi dan membawa tongkat.
Takdir Allah, Mereka bertemu.
Entah bagaimana ceritanya, bapak tua yang membawa tongkat
ada tepat di samping gerobak es tebu milik sepasang suami istri tersebut. Bapak
penjual es tebu dengan mimik wajah sumringah yang sedang mengupas dan memotong
tebu berjalan kesulitan menghampiri bapak tua itu sambil memberikan sesuatu
yang mungkin sebagai “penolong” bapak tua. Adegan yang membuat kami. Saya dan
adik saya terharu. Kejadian yang singkat tapi mengetuk pintu hati kami,
terdiam. Benar-benar kejadian yang tak bisa dilupakan.
Pelajaran sore itu, walau dalam keadaan yang mungkin saja
sulit tapi masih bisa menolong sesama, keadaan yang mungkin tidak banyak orang
rela memberikan “sesuatu” tapi masih ringan tangannya untuk memberi. Ah
indahnya hidup ini jika semua orang memiliki hati selembut itu, indahnya ketika
semua orang dalam keadaan lapang ataupun sempit masih memikirkan saudaranya,
yang padahal tak ada hubungan darah sama sekali hanya dengan rasa kemanusiaan yang
tinggi bahwa ia yakin tak ada yang sia-sia apa yang ia lakukan di dunia ini.
Tak ada yang sia-sia…
Saya belajar banyak dari kejadian sore itu
Sedih. belum bisa memiliki hati selapang bapak penjual es
tebu itu.
Tapi bahagia, dari beliau saya banyak mendapatkan pelajaran.
Menolong di saat sempit, apalagi jika lapang.
Untuk siapapun yang telah memberikan inspirasi di hari-hari
saya. Terima Kasih.
Semoga kita bertemu
ya, suatu hari di langit yang paling tinggi, di padang yang lapang di penuhi
buah-buah segar dan akhirnya kita berkenalan. Bahwa ternyata kita pernah
menjadi penduduk bumi. Indahnya.
:)


