Laman

Minggu, 25 Desember 2016

Selamat menggenap!

Akhirnya seperti ini, bagaimana bisa bertahun-tahun menyembunyikan hati ini dan hari ini semua bagai patah berkeping-keping. Bagai lenyap tak berbekas. Sebenarnya tidak ada yang tersakiti . Aku hanya suka mengingat. Tapi aku sudah siap sejak lama. Membangun harapan yang akhirnya tinggal kenangan. Aku tahu kau pasti pernah berkata "jangan berharap padaku" aku sudah menyiapkan hatiku untuk itu, hari ini semua sudah terbukti kan? Kita memang benar-benar hanyalah cerita masa lalu sebagai dua orang insan yang ditakdirkan hanya menjadi teman dalam situasi tak terduga, hanya berpapasan saja. Aku telah siap dengan kemungkinan berikutnya. Selamat berbahagia. Selamat menggenap :)

Minggu, 20 November 2016

Duh, demam K-*** (lagi)

Hai. berdebu ga ya... :D
Sudah lama rasanya ga tulis menulis cerita di rumah ini. Banyak banget kejadian yang udah dilewati ya, tapi mau gimana lagi waktu buat nulis cerita di sini sudah ga se sering dulu. cieee. padahal sama aja dulu dan sekarang :) bukan, maksudnya sekarang-sekarang ini mau nulis hal-hal ga penting kayak dulu tuh agak susah dan menguras waktu hehe. karena koreksian di sekolah banyak, deadline buat soal banyak, dan banyak lagi sana-  sini yang lain. huhu waktu dan momen yang udah terlewati ada beberapa yang ditulis di note hp seperti biasa, ada juga yang di tulis di catatan buku haha. kejadian di sekolah yang biasa saya ceritakan dalam bentuk "diary mengajar" itu saya tulis di laptop saya ini. tapi dengan berjalannya waktu itu terhenti, bagaimana ini, bagaimana ini ^_____^ catatan random dan ga penting di hp pun entah kemana ya. oke sudahlah ya ga usah dibahas lagi. 

eh, btw. beberapa bulan ini sebenarnya ada rahasia yang akhirnya saya harus ceritakan di sini. apalah ini ya Allah. maafkan ke alay-an ini :( saya kena demam kpop lagi. masih inget kan? saya pernah bebersih buat taubat ga mau inget jaman-jaman dimana saya "gila korea" DBSK! CNBLUE! dll.... ya ampun. bahkan beberapa lagu mereka masih ada. Na oetteokhe?

Terus terang ini juga adalah dampak jadi gurunya anak-anak SMP ya. duh duh duh. seenggaknya saya udah pernah menuliskan di sini sebagai kenang-kenangan haha. oke. silahkan kepo aja bton dan bts digoogle, guys. 


sekian. 
:) 

Rabu, 02 November 2016

Akhirnya akupun merasakan ini


Sedih itu ketika menyampaikan materi ke siswa tapi kita sendiri pun tidak memahami materi secara benar. Sedih itu ketika di kelas kaku dan bingung menggunakan metode dan media apa di dalam kelas. Sedih juga ketika siswa mulai bosan dengan pelajaran dan kita sebagai guru tidak bisa melakukan apapun di depan kelas untuk mengusir rasa bosan itu. Sedih itu ketika sudah begadang dan mempersiapkan materi untuk diajarkan ternyata di kelas mereka tidak mengerti sama sekali.  Akhirnya akupun merasakan ini, iya perasaan campur aduk ini. Apakah semua guru baru merasakan hal yang sama?
Ternyata perasaan itu kadang hanya sesaat saja. Bersabarlah wahai guru baru 😊😊😊
Semangat!
@ruang kamar sedang belajar untuk supervisi part2
Pontianak, 02112016

Senin, 24 Oktober 2016

Dunia yang kau impikan

Memang seperti ini. Seperti ini lah dunia baru, dunia yang kau khayalkan sejak dahulu. Dunia yang dipenuhi anak-anak, belajar, membaca, menulis, bercerita, menggambar, bercengkrama, kadang pun menangis. Dunia yang kau impikan di masa lalu. Sejak bangku sekolah, saat dahulu pun kau seperti mereka. Kini kau di sini menjalani, menikmatinya. Entah esok 10 atau 20 tahun lagi mereka yang kan berdiri di depan.
Dunia yang kau impikan, semoga kelak menjadi 'amal jariyah yang terus mengalir.
Aamiin

@pontianak, 26 juli 2016

Selasa, 06 September 2016

Diary mengajar part 3

Bismillah.
Assalamu'alaykum πŸ˜„
Oke masih edisi diary mengajar ya. Hehe. Oh iya saya mau cerita bagaimana rasanya hari pertama mengajar di sekolah spataz. Saya ingat sekali hari pertama mengajar, saya masuk ke kelas 8C yang menurut informasi kelas ini kelas yang cukup unggul dibanding kelas 8 lainnya. 8C adalah kelas siswa perempuan (akhwat) yang dihuni 20 orang siswi dari latar belakang yang berbeda. Tentunya dengan tingkat kecerdasan berbeda pula maksud saya mereka siswi cerdas tapi pada bidang pelajarannya masing masing. Ada satu hal yang saya tidak pernah lupa ketika masuk ke kelas ini di akhir pelajaran saya meminta pendapat pada mereka bagaimana saya mengajar? Apakah ada kekurangan? Cara seperti ini sebenarnya salah satu trik saya untuk agar saya atau mungkin mereka tidak kikuk pada pertemuan pertama 😊
Terus terang saya waktu itu grogi parah, malu dan entahlah perasaan apa yang ada pada saat itu rasanya campur baur. Tapi agaknya mereka tidak pernah tahu sebab mau tidak mau dan suka tidak suka saat itu yg mereka tahu saya adalah guru IPS mereka. Something like that.
Saya juga kadang suka tidak paham kenapa saya pemalu? Tapi dilain sisi saya mengajar di kelas terasa nyaman dan Pede banget. Mungkin itulah perasaan menjadi guru yang kadang tidak bisa dirasakan org lain. Nah lanjut ke cerita, jadi setelah saya baca pendapat mereka ada 19 kertas 1 org tidak hadir. Membaca pendapat itu rasanya ingin tertawa, kadang sedih, tertawa, senyum sendiri dan begitu. Ini beberapa pendapat mereka 😊
☆"Ustadzah seru tapi pelajarannya membosankan"
☆"Ustadzah grogi dan kaku"
☆"Rangkuman materinya kurang"
☆"Main sambil belajar ustadzah"
☆"Ustadzah kurang jelas memberikan penjelasan"
☆"Belum bisa memberikan pendapat soalnya baru pertama kali mengajar"
☆"Mengajarnya bagus tapi kurang seru"
☆"Suara ustadzah kurang jelas,Ustadzah baik"
☆"Suara ustdzh kurang jelas, catatan kurang tapi ustadzh baik,ngajarnya enak"
☆"Ustadzh mengajar dgn baik tp ditambah game ya"
☆"Ustadzah ngajarnya enak tapi kurang bise nangkap"
☆"Bisa menangkap pelajaran dengan baik"
☆"Seru, lumayan fokus dan materinya masuk ke otak'
Dan ada beberapa anak yang ga kasi comment πŸ˜‡
Pendapat mereka saya jadikan pelajaran banget, saya sebagai guru baru pun harus banyak-banyak belajar lagi bagaimana caranya membuat kelas jadi asik dan menarik dan nyaman πŸ˜ŠπŸ˜‡☺
Terima kasih ya anak-anak kelas 8C :)

Ruang perenungan. Pontianak, 06 september 2016

Sabtu, 03 September 2016

Diary mengajar part 2


Bismillah. Selamat pagi cikgu!(nada upin ipin) Hehe ini udah malem ya? Oke deh di part 2 ini mau cerita sedikit tentang pengalaman saya mengajar. Kenapa bisa mengajar? Kok mau jadi guru? Turunan kah? Oke, ini Ada sejarahnya 😎

Yuk kita bahas! (Kayak ngomong depan kelas) πŸ˜…
Kalo ditanya pengalaman mengajar ini sebenarnya bukan hal baru untuk saya karena pertama kalinya itu waktu di bangku SMA saya pernah mengajar teman-teman atau bisa disebut sharing ilmu lah ya di pelajaran bahasa inggris di tempat Les saya dan jujur saya ga jago-jago bener sama bahasa inggris tapi waktu itu ada tugas dari guru tempat saya les untuk mengajar pada pembahasan di kelas. Btw, waktu itu begini ceritanya saya dulu penasaran banget punya temen yang jago ngomong bahasa inggris sampe pernah nih waktu les si Mister (guru yg mengajar) sama beberapa anak dalam satu pertemuan kita di dalam kelas tidak menggunakan bahasa indonesia. Saya awalnya hopeless. Duh jangan jangan cuma saya nih yang ga paham, karena mungkin si mister tau bahwa ada beberapa anak jg yg mengalami hal sama kayak saya. Akhirnya Mister kasi tugas untuk kita-kita ngebahas per materi dan Suprise nya lagi kita itu disuruh mengajar ke depan kelas seperti presentasikan selayaknya guru. Rasanya mau demam. Saya kan tipe anak yg ga suka ngomong tapi sebenarnya jadi tantangan jg buat saya yg pendiam ini. Menunggu saat-saat itu ga ada dibayangan saya, saya akan sukses berdiri di depan kelas atau bahkan mungkin saya malah pingsan. Begitulah pikir saya Hehe
Akhirnya hari itupun tiba. Materi yang saya sampaikan waktu itu ga sulit tapi karena grogi ya jadi sulit πŸ˜“
Hari itu ada dua materi yg akan kita bahas teman saya yg maju pertama ini anaknya super pintar. Anak kelas IPA jago matematika, bahasa inggrisnya cas cis cus, dan selalu juara pertama di kelas. guys, yang bikin keki adalah dia adik kelas saya 😨😨😨 haha.
Oke dalam hati saya, habislah ini saya bakalan mati kutu. Karena dia pintar dia pun maju dgn PD dan asli yg bikin agak tenangan adalah teman-teman ga ada yang nanya πŸ˜† tibalah giliran saya, dug dag dig dug temen-temen diam, hening dan sunyi saya pun menjelaskan sambil sesekali menuliskan example di white board. Setelah selesai temen-temen ada beberapa yg nanya dan ada jg yang mengangguk-anggukkan kepala mungkin paham atau dia sedang berpura-pura paham? Entahlah. Akhirnya terlewati jg momen itu 1 jam an dan tibalah sang Mister memberi komentar atas cara mengajar kami, materi yg kami sampaikan, kondisi teman-teman saat kami mengajar dll. Bikin spechless, saya lebih baik dr adik kelas saya itu. Alhamdulillah. Komentar Mister untuk adik kelas saya dia menjelaskan terlalu cepat, contohnya bagus tapi seperti menjelaskan ke diri sendiri saja. Sedangkan saya, karena saya jarang ngomong temen-temen jadi excited kalik ya haha. Untuk saya, contohnya harus lebih banyak, be brave, walaupun lama tapi temen-temen paham semua, dan lebih antusias karena saya menjelaskan detail. Wuih. Terharu.

Nah dari les itu dan pada saat itu saya bener-bener paham kenapa jadi guru itu mulia. Bayangkan ilmu yg sedikit apabila kita bagikan ke orang lain jadi pahala buat kita 😍😍😍
Selepas les itu juga ada sumpah yang akhirnya jadi doa. Gini nih, karena les nya dalam satu kelas dihuni adik kelas jg jadi selesai les mereka curhat gitu. waktu itu ada guru sejarah kami yang masih muda lulusan kampus di jogja ngajar sejarah ga bosen, fresh, disaat mengajar ada waktunya nonton dll. Ternyata beliau mau pindah ngajar dan adik kelas galau pasalnya guru penggantinya ini lebih tua dan ga asik gitu kata mereka. Hmm.. saya pun yg ada disitu pada saat itu nyeletuk "tenang aja dek, liat beberapa tahun kedepan kakak tu yang akan gantikan bapak jadi guru sejarah keren"sambil ketawa dan eng ing eng sontak adik-adik kelas dan temen2 les meng "aamiin" kan dengan kompak dan panjang sekali. Kun fayakun....

Nah begitu sejarahnya. Di beberapa kesempatan saya juga sering dikira anak seorang guru. Padahal papa dan mama saya bukanlah seorang guru dan hampir seluruh keluarga besar saya tidak ada yang seorang guru kecuali satu bude saya kakak mama yang merupakan guru sekolah dasar selebihnya? Tidak ada!

Ceritanya sekian dulu yaa. Nanti disambung lagi 😎😎😎

Pontianak, 3 september 2016

Selasa, 16 Agustus 2016

Diary mengajar part 1

Assalamu’alaykum. Hai guys. Ada satu hal yang sampe sekarang belum bisa saya penuhi yaitu janji mau review drama korea DOTS (Descendants Of The Sun) maafkeun saya. Hari-hari saya sekarang super sibuk di sekolah. Hehe. Menjadi seorang guru adalah cita-cita terbesar dalam hidup saya bagaimana mungkin seorang manusia mengabdi tanpa tanda jasa, di gugu dan di tiru oleh manusia lain yang disebut murid. Rasanya tuh indah sekali πŸ˜‡ Oke fix ini bukan dramaπŸ˜…


Oh iya pengalaman menjadi “ustadzah” di sekolah itu sensasinya beda banget karena dulunya saya hanya mengajar privat dan bimbel yang muridnya ga banyak. Tapi di sekolah, hmmm.. muridnya buanyaaak. Pelajaran yang saya ajarkan di Spataz (SMPIT al mumtaz) adalah Ilmu Pengetahuan Sosial, sebagai anak IPS sejak lahir *ngaco haha ga deng* sejak SMA saya anak sosial yang mempelajari Sejarah, Geografi, Sosiologi dan Ekonomi dan ketika Kuliah pun saya ambil ke Prodi Pendidikan Sejarah. Viva Historia. Yeay! πŸ˜€ tapi ya gitu hal tersulit yang sampe sekarang belum bisa saya taklukan adalah pelajaran geografi T_T pernah nih ketemu materi kelas 8 yang rumit banget! sebelum saya mengajar rasanya stress, pusing kepala, mual-mual, sakit perut. Terus terang ada beberapa materi pelajaran geografi yang rumit dan selalu berhasil bikin saya nangis hehe lebay sih ya. Tapi ya gitu namanya pengabdian susah senangnya mengajar dan nano-nano perasaan tetap aja harus dijalani. Sesampainya di kelas kekhawatiran dan rasa takut hilang juga ketika melihat mereka belajar. Gitu kali ya guru-guru kita dulu.


Menjadi guru itu perlu ilmu dan panggilan jiwa. Sama hal nya kayak jadi dokter, perawat, bidan. Yang harus rela ga tidur hanya karena pasien yang sakit. Kalo perawat salah suntik atau kasi obat pasti sang pasien jadi tambah sakit. Demikianlah, Jadi guru juga begitu bayangkan kalo kita nih sebagai guru ga ada panggilan jiwa bagaimana bisa kita mengajar anak-anak orang lain yang bukan darah daging atau keluarga kita. Bagaimana bisa kita ngasi ilmu ke orang lain kalo ga dengan “panggilan jiwa” tadi. Ga akan barokah. Pasti setiap mengajar bawaannya mau marah dan ilmunya ga nyampe ke murid-muridnya. Menjadi guru harus tahu ilmunya, bukan hanya mengajar loh tapi juga mendidik.


Akhir-akhir ini diberita banyak sekali kasusnya guru dianiaya, dipenjarakan dll. Sedih. Rasanya tuh sedih dan miris. Memang kita ketahui bahwa mengajar dengan kekerasan itu ga ada dalam kamusnya guru, tapi pertanyaannya apa iya si murid udah jadi murid teladan, patuh dan pintar? Saya rasa guru ga sembarangan kasi hukuman ke murid yang demikian, dan ga mungkin guru memberikan hukuman kepada murid yang baik-baik saja. Ayolah para orang tua lebih cerdas dalam mendidik anak, memberikan kasih sayang dan perhatian sehingga ketika sang anak melakukan kesalahan bukan berarti harus dibela pun tidak ditelantarkan tetapi dibicarakan baik-baik dengan sang guru atau pihak sekolah agar sang anak tidak bersikap demikian. Jadi ada sikap saling percaya, orang tua mempercayakan ke guru, guru mendidik dan mengajar anaknya. Begitulah seharusnya.


Semoga dengan berjalannya waktu dan diisi dengan pengalaman-pengalaman dan mendengarkan sharing dari para guru-guru senior, saya bisa lebih mantap dan semangat dalam misi mulia ini yaitu Mendidik dan mengajar. Pada kenyataannya kita pun sebagai guru punya tugas mendidik, dididik, dan terdidik agar bisa menjalankan tugas dengan ikhlas dan rendah hati.
Teach by heart, learn by mind salah satu jargon Sang Bintang school”


Semangat Mendidik, cerdaskan Bangsa!
😊
Ruang istirahat mengajar,Pontianak 16 agustus 2016



Kamis, 04 Agustus 2016

Berlari saja

Jangan cepat mengartikan segalanya.
Jangan cepat menyimpulkan segala apa-apa yang terjadi di depan mata.
lelah ya?
tidak juga.

Sudah cukup rasanya melatih hati seperti dahulu dan yang lalu me-reka-reka kejadian yang seperti itu-itu saja. Tidak ada awal, tak juga berakhir. seperti bermain-main di dalam lubang yang sama tapi lupa cara keluar dan juga tak ingat bagaimana dahulu bisa masuk.
Ingin tertawa, juga dalam satu waktu ingin menangis. menertawakan keadaaan diri dan juga menangisinya secara bersamaan. Terjebak dan terperangkap.

Ah. kau kira aku ini batu?
baiklah. kita jangan bermain-main lagi. tinggalkan dan berlarilah jauh. aku pun akan berlari jauh-jauh. Mulai sekarang kita lari saja. jika sudah siap, kembalilah. jika tidak? tetap berlari. jangan kembali. jangan sampai kita terjebak lagi. Berlari saja.

Minggu, 17 Juli 2016

Kendalikan

Perasaan, seringkali perasaan itu salah satu penyebab tumbuhnya segala macam penyakit. mengapa? karena ia mudah dikendalikan nafsu. Betapa beruntungnya orang-orang yang hidupnya bisa mengendalikan perasaan. ia bisa tahu kapan saatnya ia tertawa, menangis, bergembira, bersedih. termasuk kapan seharusnya ia menjatuhkan hatinya. 
Perasaan yang ada di hati, semestinya tak diumbar. tak harus orang lain tahu bahkan sebaiknya pun tak harus dipendam sebab perasaan yang dipendam juga menyebabkan penyakit.
sebaiknya bagaimana? 
sebaiknya jangan dirasakan teruslah beraktivitas seperti sedia kala, menyibukkan diri, berkumpul dengan sahabat yang shalih dan berdoa. 
Kendalikanlah.
sekarang bisa kan mengendalikan perasaan?

:)

Senin, 13 Juni 2016

beresin-beresin



Pernah suatu ketika di sela-sela obrolan kami, dia menatapku dan bertanya
“kalo di beri amanah lagi masih sanggupkan belajar lagi?”
Aku hanya bisa mengangguk dan tersenyum
------   

Assalamu’alaykum blogger… yang di atas bukan dialog film loh.. heheee. Malam ini, yup tepat di malam se sunyi ini saya membersihkan beberapa buku-buku catatan lama saya. Maksud hati biar ketahuan mana buku yang masih bisa ke pake dan mana buku yang sudah harus di bumi hanguskan alias udah ga terlalu berguna. Biasanya, saya lakukan di pagi atau siang hari tapi beberes kali ini di lakukan di malam sesunyi ini alasannya karena saya sudah ga sabar liat tumpukan buku yang agak mengganggu. Dan cerita malam ini di sponsori oleh (hahaa mencoba melucu) buku-buku lama. Yeay!
Saya menemukan 2 buku catatan syura/rapat ketika tahun 2011-2012 an waktu masih aktif-aktifnya di organisasi. Ceileh.
Buku hitam ini, buku catatan syura pertama kali di Puskomda. Isinya? Jangan di Tanya. Benar-benar membuat saya geli tertawa. Maklum waktu itu masih agak “anak muda” haha
Saya membuka lembar demi lembarnya saja tertawa. Kadang terdiam,teringat betapa saya benar-benar masih fakir ilmu.











Sebenarnya masih banyak guys. Tapi udah malem ga mampu lagi buat cerita yaa… btw, maaf malam ini cerita agak-agak ga nyambung satu sama lainnya hehee. 
Semoga besok pundak masih di kuatkan Allah untuk di berikan Amanah lagi. Mungkin, amanah yang lebih besar. Sekian.

Kamis, 19 Mei 2016

Gratisan ga selalu buat nyaman



Hai, assalamu’alaykum. Kangen banget rasanya dengan blog hehe. 

Sudah berapa purnama terlewati nih, tik? Ciyaa.. ga ding. Walaupun lagi fenomenal banget ya dialog film itu ya sebagai penikmat puisi saya juga suka sih puisi karya  aan mansyur, beliau emang apik BGT! Cuma saya emang ga latah buat ikut-ikutan nonton, ngantri, apalagi sampe lupa ngaji mingguan gegara mau nonton itu, ga lah. Biasa aja. Alasannya sikap saya adalah karena pertama, saya memang termasuk orang yang biasa aja dengan film-film Indonesia bukan berarti ga suka tapi ya cukup tau aja. Kedua, saya sudah baca beberapa review dari orang-orang yg menonton film itu bagi saya itu sudah mewakili kvrena saya baca dari yang pro sampe kontra. Ketiga, saya punya prinsip ga nonton bioskop (apalagi film romantic drama gitu) sampe nanti kalo udah punya suami. Haha, oke.

Baik mari tinggalkan cerita itu,

Alhamdulillah minggu-minggu berat sebagai seorang pengembara *apa ini-.-* Telah terlewati. Merdeka!  Insya allah tahun ajaran baru ini saya resmi sebagai pengajar di sebuah SMPIT. Alhamdulillah! Sebelumnya saya juga sempet ikutan tes dibeberapa lembaga yayasan semacam ini cuma ya memang belum rejekinya ya. Eh pucuk di cinta ulam pun tiba, disaat gamang dan hampir memutuskan untuk ga mengajar secara resmi (karena selama ini bimbel dan les privat aja) tawaran itu datang. Rejeki ga kemana asal tawakal . Rejeki tak pernah salah alamat (syekh ali jabber) ^_^

Oh iya, sebelum kisah bahagia di atas paragraf ini sebenanya ada tragedi yang bagi saya ga terlupakan. Saya menyebutnya “tragedi Untuk apa”. Jadi ceritanya saya-kejebak-dengan-embel-embel-gratis. Suatu hari saya mendapatkan Ring back tone Gratis. Saya pun iseng juga buat meng OK kan memasang dan ada satu lagu dari Maudy ayunda judulnya “untuk apa” didaftar RBT gratis itu. Terpasanglah karena dipikir hanya 3 hari kok. Saya dan adik saya pun mendengarkan melalui hp yang lain. 

Eng…ing…enggg… what happen? Hari ke 4, 5, 6, 7 dst RBT itu masih ada T_T. awalnya biasa aja, tapi semakin lama semakin mengkhawatirkan. Bagaimana ini? Dan you know? Saya sedang masa-masa menunggu pengumuman tes di yayasan islam dan hampir sudah dipastikan dalam masa-masa menunggu panggilan tes itu saya selalu diTELPON pihak yayasan hiks,hiks. bukan apa-apa ya tapi kemungkinan besar tentu saja mereka mendengar dengan jelas RBT saya yang mengalun “untuk apa…untuk apa cinta tanpa pembuktian, cinta tanpa pengorbanan..tak ada artinya” huaaaa tidak >_< setelah melalui 3 Tahapan tes saya LULUS Alhamdulillah deh ternyata ga benerlah ketakutan yang menghantui saya. Tapi wait! Tes terakhir sebagai penentuan saya GAGAL! Ini beneran loh, saya pun rada ga percaya tapi sudah takdir allah ya. RBT itu pun belum hilang-hilang dari nomor saya. Mau nyalahin RBT? Ga mungkin jugak. Hehe.
Kejadian berikutnya, di suatu sore..saya tiba-tiba ditelpon oleh teman pengajian saya. Alhasil ketika semuua berkumpul saya kena “sidang” tentang apakah? YUP sudah diduga tentang nada sambung nomor hp saya. “tika itu lagunya apa kok begitu?” teriak mereka. Saya hanya bisa tersenyum simpul >_< sambil menceritakan tragedi ini dari awal. tiba-tiba saja hari-hari saya mengalami kegalauan jika ada orang yang menelpon, setidaknya saya harus mengangkat telpon dengan cepat dan sigap atau bila perlu jangan ada yang telpon haha.baru-baru ini tiba-tiba saya kehabisan pulsa dan itu gara-gara kesedot RBT nya diperpanjang otomatis. Sedang berusaha men STOP kan. Alhamdulillah udah STOP tapi malah lagu lain lagi yang muncul. Pasrah deh, semoga aja ga kesedot lagi. Pelajaran ini beharga banget deh guys…gratis ga selalu buat nyaman.

Betewe, disaat terombang-ambing menunggu untuk panggilan di tempat lain. Saya pun menyempatkan diri nonton drama korea yang lagi digilai anak-anak jaman sekarang. Tolong dicatet Ini bukan prestasi ya heu --Tapi memang ga bisa dipungkiri bahwa drama ini menyedot perhatian hampir se asia bahkan mungkin dunia. Terlepas dari apapun ya saya pengen banget mengulas drama ini tapi bakalan panjang nih. Ga papa deh ya. Mungkin saya akan bahas dipostingan berikutnya.

Oke hati-hati dengan yang “gratisan”karena gratis ga selalu buat nyaman :)
Pontianak, 18 Mei 2016


Minggu, 10 April 2016

Tawazun yang keren



Hai, assalamu’alaykum.

Mau cerita deh.. pernah ga kamu merasakan perbedaan yang jauh sekali di dalam diri kamu akibat dari pergaulan kamu di dua kelompok yang beda. Jadi misalnya dikehidupan nyata ada dua kelompok yang berbeda banget dari banyak sisi, entah itu kebiasaan, tingkah laku, cara berpikir sampe hal lainnya. Nah,  Secara ga sengaja kamu menjadi “sosok” yang memiliki kepribadian berubah-ubah bisa dibilang ganda. Tapi sebenarnya kamu bahagia dan menikmati peran itu, dan kamu baru menyadarinya ketika kamu sendirian? Gimana? Hehe. 

Serem juga sih ya, tapi beneran lho adakan?
dan itu baru saya sadari ada pada diri saya, memang sih karena mungkin saya ga punya banyak kelompok dalam berteman bisa dibilang saya itu bisa aja berteman dengan kalangan apapun walau kadang ga juga haha..

oke balik lagi kepembahasan awal, jadi saya mau cerita kelompok yang pertama, ini kelompok teman-teman saya yang sholeha. Kalo lagi bersama mereka saya ga malu buat ngapa-ngapain aja dalam hal kebaikan. Lho kok bisa? Iya bisa. Pernah suatu ketika kita sedang berada di kantin deket kampus dan bersamaan dengan jam waktu shalat karena memang masjid deket, adzan pun jelas banget otomatis kita semua langsung shalat makannya ditunda walaupun sebenernya bisa aja kita makan dulu. Tapi cari shalat tepat waktunya dong, di kelompok ini saya akan sering menemukan teman-teman yang kalo waktu senggang tilawah atau nyetor hafalan bareng. Jadi ini temen-temen saya yang sholeha banget. 

Kelompok yang kedua, ini teman-teman saya yang asik haha sebutannya aneh ya maksudnya temen-temen gaul yang bisa menggila apa aja bareng mereka gitu. Kalo lagi bersama mereka saya ga malu buat curhat, kita bisa cerita apa saja tentang kuliah, mimpi-mimpi, hobi, baca buku, fashion, nonton DVD korea, bicarain musik yang lagi up-to-date banget. Semuanya bisa kan namanya kelompok asik dan gaul hehe.

Nah di dua kelompok ini pasti punya perbedaan kan? Kalo menurut saya dua kelompok ini baik dan asik. kalo tiba-tiba pun saya berada di kelompok pertama dan kedua secara bersamaan saya sih oke saja. Tapi masalahnya mungkin ga di saya tapi pada mereka.
Dikelompok pertama saya akan sangat bersemangat “fastabiqul khairat” gitu deh hehe, kalo lagi ketemu mereka waktu sore, mereka dzikir al ma’tsuratan, ga ada tuh ngomongin hal-hal ga manfaat dan tiap detiknya kalo bisa produktif. Tiba-tiba mau ngomongin “hei ada diskon sepatu lho di sini” itu rasanya canggung banget. Atau misal canggung mau membahas buku novel sastra yang lebaynya ga ketolongan itu ke mereka, susah aja rasanya ga oke aja buat dibahas bareng.
Dikelompok kedua saya jadi super asik nya keluar, gila bareng mereka. Kita bisa berjam-jam cerita, makan bareng kecuali nonton bioskop (saya punya prinsip gitu deh buat ga akan nonton bioskop sampe someday punya pendamping hidup haha) jadi kuliner bareng, nongkrong ke mall. Tapi tiba-tiba ngomongin “hei ada majelis lho hari ini bahas tafsir qs at-takwir itu tentang hari kiamat” itu rasanya canggungggg. Walaupun selalu ada momen kita buat ke majelis bareng tetap aja rasanya ngajakin mereka itu ga tepat gitu.


Kesimpulannya, saya ga bisa menyalahkan atau jadi sosok orang yang sok baik dan berperilaku paling benar. Karena kedua kelompok ini memang ada di kehidupan kita. Ada saatnya saya mengeluarkan sisi lain itu di tempat yang berbeda. Bukan berarti dengan begitu kita jadi menjudge semau kita. Dikelompok pertama mengajarkan kalo hidup kita ini harus bermanfaat buat sekitar, dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta buat hidup kita itu adem dan damai. Makanya diisi dengan kereligius an itu seperti shalat, mengaji, ke majelis dan lainnya. Kelompok kedua mengajarkan kalo hidup itu bisa jadi tempat asik kita, jangan dijadikan beban. Entah itu kuliah, pekerjaan, bisa mengeluarkan unek-unek diluar aktivitas kelompok pertama. Menggapai mimpi itu ga ada batasnya mau kemana aja bisa asal tahu koridornya.


Intinya menyeimbangkan pemahaman saya juga sih bahwa selain ilmu dunia saya juga harus tahu ilmu akhirat. Dan lebih asik banget kayaknya memiliki teman yang punya dua sifat itu tadi. Haha. Saat waktunya buat ke majelis ya oke, tapi buat main dan menggila bareng juga oke. Jadi ga ada lagi judulnya canggung-canggung an. karena saya pun juga perlu tahu dimana saatnya harus serius dan dimana saatnya saya bercanda. hidup kan pasti ada waktu kita ngerasa jenuh banget dengan aktifitas. jadi perlu tuh deket sama Tuhan. tapi juga perlu hiburan sekedar dengerin musik baca buku novel. dengan begitu saya pun merasa hidup saya asik.

Semoga kita bisa tawazun dalam hidup ini ya, biar keren :)

Pontianak, 10 april 2015