Laman

Senin, 11 November 2013

Air




Mendung, gelap, hujan

Menengadah ke atas

Kebawah.

Basah dan licin!

Awasssss terpeleset.

Jumat, 08 November 2013

ga tau, ini apa -_-


Aku tak mau lagi mendengar kata ”jatuh hati “. Hingga suatu hari bertemu lagi dengan kata-kata itu. Yang sejujurnya membuatku sangat malu ingin membenamkan muka dalam-dalam.
Betapa Allah menguji.
Tetapi…
Ah  >_< 
Aku tak tahu.. 
apa jadinya aku jika 4 tahun lalu tak mengenal kamu, tarbiyah. Mungkin masih bergelut ke jahilliyahan. Nauzubillah :( dan pastinya aku tak mengenal mereka pula. 
Betapa Allah punya rencana.

sekarang...
Merindukan masa-masa deg,deg-an ketemu dengan kakak kakak berjilbab lebar yang ghiroh, rindu meletakkan kepala di bahu mereka, merindukan tepuk semangat jika sedang lalai, merindukan sms taujih, merindukan mabit bersama mereka,merindukan semuanyaaa!

Berdoa, beranikan diri sebelum semua ini terlambat terjadi

Andai matamu melihat aku

Terungkap semua isi hatiku

Andai kau tahu, andai kau tahu…

Semuaaa rahasiakuuuu (nidji –rahasia hati)


Kamis, 07 November 2013

berkecamuk



karena jiwa tidak akan pernah menang,dalam semua kecamuk perang. Kecuali setelah ia menang dalam pertempuran rasa, pertarungan akhlaq dan pergulatan manhaj” 
(Sayyid Quthb, fi Zhilaalil Qur’an)

Suatu hari aku menemui teman seperjuangan dulu ketika di organisasi, kita berdiskusi di bawah pohon

“jadi sibuk apa sekarang?”

“ga sibuk apa-apa,tik. Cuma berasa beda aja” jawabnya agak menunduk

“beda? Apanya? ”

“iya tik, aku malu mau diskusi setelah bertahun2 didakwah kok aku baru ngerasa sekarang ya?”

“udah males?Bosan dengan permasalahan yg itu itu aja? Atau klise dimana2 yg sekarang sering terjadi, kah?”

“ga juga, rasa kekurangan ilmu…” jawabnya menggantung

Kemudian setelah percakapan ga jelas itu, kami saling diam dalam waktu yang lama.saling berpikir. Kami tahu pikiran kami udah beda. Aku sekarang di pihak A. dia dipihak B. bisa disimpulkan kami udah ga sejalan.

Ada masanya kita bergandeng tangan saling menguatkan, dan ada masanya kita berjarak saling mendo’akan.
 



“Ya Allah izinkan kami untuk gelisah

Jika itulah yang bermanfaat

Maka buatlah kami berhenti dititik itu

Di situ saja.

Dengan mengesakaanMu dalam harap

Karena kami makin tahu

Berharap pada manusia,

Pada sosok maupun kelompok atau menggantungkan diri padaa mereka

adalaah luka bagi iman kami

Jugaa kekecewaan yang kadang bertubi “

(Gelisah, Dalam dekapan ukhuwah.Salim A fillah hal 331)