Ada hikmahnya juga Alhamdulillah. Ternyata Allah titipkan perasaan buat merasakan hal begini juga ya? Akhirnya aku tau ternyata begini rasanya cemburu.
Begini rasanya sayang sama orang yg ga ada hubungan darah sama kita.
Gapapa. Semoga esok hatiku ini bisa terobati. Esok matahari masih bersinar, tik. Hei, you wonderful!
Thank you, semoga hatiku baik-baik saja :)
Minggu, 28 Januari 2018
Kamis, 11 Januari 2018
2017 penuh warna episode 2 (end)
Bissmillah
Nah akhirnya saya membaca bio yang sangat detail tentang dirinya. Tiba-tiba saya teringat dengan bio saya yg asal-asalan tanpa foto pula. Ya Allah tikaa. Saya istikharah lagi 1 pekan sampe akhir september.
Mulai keinget-inget jaman masih awal-awal kuliah waktu belum hijrah ada satu insiden kecil yang mempertemukan kami kala itu. Tapi biarlah kisah itu jadi kenangan indah, unforgettable moment :) ciee...
Oktober 2017 tepatnya senin tgl 9 masuk WA dari seorang kakak "tika ikhwannya ada di ketapang, sore ini ya ta'aruf"
Dengan hati udah campur aduk rasanya hari itu mual-mual dan pusing saking gugupnya.
Proses ta'aruf yang bagi saya pertama kalinya, karena dulu waktu kuliah juga punya janji sama diri sendiri kalo boleh ta'aruf maunya hanya 1 kali dan langsung menikah. Tapi itu hanya impian krn dilapangan bisa jadi udah ta'aruf berkali-kali kalo belum jodohnya ya gimana. Ikhtiar aja.
Ta'aruf berjalan lancar walau hal-hal yg ditanyakan masih umum dan ga detail. Terus terang baca bio dia aja saya udah jelas tentang dia nya. Pekan berikutnya silaturrahim dan mulai pertemuan keluarga. Untuk memperkuat hati terus istikharah.
Akhir Oktober 2017 saya di khitbah dan penentuan tgl walimatul 'ursy. Alhamdulillah memiliki orang tua yang sangat pengertian dengan anaknya ini hehe. Rasanya mimpi. Prosesnya bisa mudah dan secepat itu. Ya Allah.. Maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang engkau dustakan?
November 2017 persiapan walimatul 'ursy dan segala macam dokumen yang diperlukan buat nikah. Sekali lagi terima kasih kepada mamak, papah _ bapak, mamak yang telah memudahkan kami berdua dalam menuju ke pernikahan ini.
Akhirnya tersebutlah tgl 24 Desember 2017 menjadi hari bersejarah bagi kami berdua. La haulawalaquwwataillabillah ~
Desember 2017 bulan penuh kenangan dan penutup tahun yang indah bagi seorang Atika Riandini :)
Dalam 1 tahun di 2017 banyak banget yang udah terlewati suka duka. Tapi Allah tahu yang terbaik bagi Hamba Nya dengan cara yang indah Allah kemas itu. Masya Allah. Tabarakallah.
Buat Suamiku tersayang, Jaka Pratama 💙 Terima kasih telah memperjuangkan aku sedemikian rupanya. Wanita tidak sempurna yang penuh sekali khilaf dan dosa ini. Semoga engkau bersabar dalam membimbingku.
Thank you for being my Amazing Partner. May Allah bless us.
Semoga Allah Menjadikan keluarga kita Sakinah Mawaddah wa Rahmah. Dipenuhi keberkahan, kebahagian dan kebaikan sampai Jannah Nya. Aamiin.
Mencintaimu karena Allah 😘
Ketapang, ruang kontemplasi 11 januari 2018
Nah akhirnya saya membaca bio yang sangat detail tentang dirinya. Tiba-tiba saya teringat dengan bio saya yg asal-asalan tanpa foto pula. Ya Allah tikaa. Saya istikharah lagi 1 pekan sampe akhir september.
Mulai keinget-inget jaman masih awal-awal kuliah waktu belum hijrah ada satu insiden kecil yang mempertemukan kami kala itu. Tapi biarlah kisah itu jadi kenangan indah, unforgettable moment :) ciee...
Oktober 2017 tepatnya senin tgl 9 masuk WA dari seorang kakak "tika ikhwannya ada di ketapang, sore ini ya ta'aruf"
Dengan hati udah campur aduk rasanya hari itu mual-mual dan pusing saking gugupnya.
Proses ta'aruf yang bagi saya pertama kalinya, karena dulu waktu kuliah juga punya janji sama diri sendiri kalo boleh ta'aruf maunya hanya 1 kali dan langsung menikah. Tapi itu hanya impian krn dilapangan bisa jadi udah ta'aruf berkali-kali kalo belum jodohnya ya gimana. Ikhtiar aja.
Ta'aruf berjalan lancar walau hal-hal yg ditanyakan masih umum dan ga detail. Terus terang baca bio dia aja saya udah jelas tentang dia nya. Pekan berikutnya silaturrahim dan mulai pertemuan keluarga. Untuk memperkuat hati terus istikharah.
Akhir Oktober 2017 saya di khitbah dan penentuan tgl walimatul 'ursy. Alhamdulillah memiliki orang tua yang sangat pengertian dengan anaknya ini hehe. Rasanya mimpi. Prosesnya bisa mudah dan secepat itu. Ya Allah.. Maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang engkau dustakan?
November 2017 persiapan walimatul 'ursy dan segala macam dokumen yang diperlukan buat nikah. Sekali lagi terima kasih kepada mamak, papah _ bapak, mamak yang telah memudahkan kami berdua dalam menuju ke pernikahan ini.
Akhirnya tersebutlah tgl 24 Desember 2017 menjadi hari bersejarah bagi kami berdua. La haulawalaquwwataillabillah ~
Desember 2017 bulan penuh kenangan dan penutup tahun yang indah bagi seorang Atika Riandini :)
Dalam 1 tahun di 2017 banyak banget yang udah terlewati suka duka. Tapi Allah tahu yang terbaik bagi Hamba Nya dengan cara yang indah Allah kemas itu. Masya Allah. Tabarakallah.
Buat Suamiku tersayang, Jaka Pratama 💙 Terima kasih telah memperjuangkan aku sedemikian rupanya. Wanita tidak sempurna yang penuh sekali khilaf dan dosa ini. Semoga engkau bersabar dalam membimbingku.
Thank you for being my Amazing Partner. May Allah bless us.
Semoga Allah Menjadikan keluarga kita Sakinah Mawaddah wa Rahmah. Dipenuhi keberkahan, kebahagian dan kebaikan sampai Jannah Nya. Aamiin.
Mencintaimu karena Allah 😘
Ketapang, ruang kontemplasi 11 januari 2018
2017 penuh warna episode 1
Bissmillah..
Akhirnya bisa tulis-tulis di blog. Bicara tentang 2017 sepertinya tahun yang penuh dengan kejutan dari Allah. Rasanya pengen nangis, ketawa, bahagia, sedih dalam momen yang terlewati itu. Ternyata Allah mendidik kita manusia yang penuh khilaf ini dengan cara yang tak terduga. Betapa Allah sayang sama hamba Nya.
Flasback waktu awal tahun januari 2017 sempat ngerasain yang namanya kecewa padahal mah ga tau ya kecewanya didasari apa hehe tapi rasa kecewa itu yah ga enak. Terus di bulan maret 2017 Allah sembuhkan dengan cara melaksanakan ibadah yang paling diimpikan yaitu mengunjungi tanah suci hampir 2 pekan merenung, berserah, atas sekelebat pertanyaan di dalam hati. Setelah itu bulan april 2017 istikharah sama pilihan-pilihan hidup salah satunya pulang selama-lamanya ke kampung halaman, hampir galau 2 bulan dengan pertanyaan yg sama apa iya ini pilihan tepat?
Bulan juni 2017 akhirnya resign mengajar dan pulang ke kampung halaman. Selalu saya ingat pertanyaan dari teman-teman kala itu "yakin pulang kampung?" "Kuat-kuat di sana ya tik" "udah istikharah belum tika"
Sebenarnya bukan ga beralasan milih pulkam itu hehe krn selain emang mau dekat sama keluarga, ada komitmen dalam diri yang akhirnya sudah harus dipenuhi. Waktu selesai kuliah banyak banget orang yang nanya "ga kepikiran buat nikah, tik?" Tiap ngumpul bareng akhwat lain dan ngomongin nikah rasanya ga terlalu menarik untuk saya haha bukan ga ada keinginan tapi ya masih jauh dari angan-angan saya begitulah. Nah komitmen itu adalah ada pada tahun 2017 yg mana di bulan ramadhan 2016 saya buat yang kira-kira isinya seperti ini
'jika memang terbaik menurut Allah ijinkan saya menikah di tahun 2017 bulan juli jika memang belum saatnya maka saya akan pulang ke kampung halaman'
Itu ikrar komitmen yang saya buat hanya memotivasi diri saya agar berkeinginan buat menikah. Haha. Tapi setelah umroh keinginan buat pulkam semakin kuat padahal belum jatuh tempo. Sampailah saya merenung dengan kalimat itu duduk di jabal rahmah waktu itu dengan sedikit menunduk doa saya 'Ya Allah siapapun lelaki sholih yg engkau kirimkan untuk hamba jika saat ini sedang memperjuangkan saya maka permudahlah dia untuk menjemput saya"
Doa yang benar-benar saya ingat dan saya siapkan dari sekian banyak doa.
Sesampainya di kampung halaman Alhamdulillah tawaran buat mengajar datang langsung di bulan juli 2017 saya mengajar di sebuah sdit dengan pengalaman kerja selama ini masih sama yaitu di dunia pendidikan.
Perasaan waktu itu udah agak tenangan pertama sudah di kampung halaman kedua sudah bisa aktivitas lagi. Walaupun hilal jodoh belum keliatan hehe.
September 2017 seorang kakak yg sudah ummahat meminta bantuan dalam rangka idul adha. Disela kami mengobrol beliau menyodorkan kertas biodata ta'aruf "tika udah siap kan?" Tanyanya
Saya bilang insya Allah sudah kak. Akhirnya saya isi dengan agak asal-asalan karena saya ga yakin kakak itu serius.
Sepulangnya dari membantu kakak itu. Tiba-tiba hp berbunyi masuk WA dari kakak itu "tika ada yang mau ta'aruf sama tika gimana udah siap?"
Jederrrr. Rasanya waktu itu bumi yang berputar seketika berhenti. Sulit bernapas. Ada perasaan ga percaya tapi nyata. Dengan cool dibalas padahal dag dig dug "cepatnya kak? tadi sore barusan isi bio, insya Allah tika siap. Istikharah berapa hari kak?"
Kakak jawab "yang penting ga sebulan yaa"
Satu pekan istikharah ga putus buat mantepin hati untuk proses ta'aruf yg entah dengan siapa. Sebenarnya 3 hari udah mantep dan dpt jawaban tp biar afdhol pas 1 pekan hehe.
Singkat cerita~
Setelah menunggu lama karena waktu itu masih diamanahi menjadi panitia di Acara supercamp anak-anak rohis jadi sempat terlupakan dengan proses itu. Akhir september biodata sang ikhwan diberikan ke saya. Belum selesai episode keterkagetan itu yang buat saya berhenti bernapas. Hehe. Inget banget malam di kamar sendiri membaca bio ikhwan itu dan tiba-tiba tersungkur ga percaya. Nama lelaki yg bagi saya ga asing tapi pun ga dekat. Masya allah.
Bersambung ~
Akhirnya bisa tulis-tulis di blog. Bicara tentang 2017 sepertinya tahun yang penuh dengan kejutan dari Allah. Rasanya pengen nangis, ketawa, bahagia, sedih dalam momen yang terlewati itu. Ternyata Allah mendidik kita manusia yang penuh khilaf ini dengan cara yang tak terduga. Betapa Allah sayang sama hamba Nya.
Flasback waktu awal tahun januari 2017 sempat ngerasain yang namanya kecewa padahal mah ga tau ya kecewanya didasari apa hehe tapi rasa kecewa itu yah ga enak. Terus di bulan maret 2017 Allah sembuhkan dengan cara melaksanakan ibadah yang paling diimpikan yaitu mengunjungi tanah suci hampir 2 pekan merenung, berserah, atas sekelebat pertanyaan di dalam hati. Setelah itu bulan april 2017 istikharah sama pilihan-pilihan hidup salah satunya pulang selama-lamanya ke kampung halaman, hampir galau 2 bulan dengan pertanyaan yg sama apa iya ini pilihan tepat?
Bulan juni 2017 akhirnya resign mengajar dan pulang ke kampung halaman. Selalu saya ingat pertanyaan dari teman-teman kala itu "yakin pulang kampung?" "Kuat-kuat di sana ya tik" "udah istikharah belum tika"
Sebenarnya bukan ga beralasan milih pulkam itu hehe krn selain emang mau dekat sama keluarga, ada komitmen dalam diri yang akhirnya sudah harus dipenuhi. Waktu selesai kuliah banyak banget orang yang nanya "ga kepikiran buat nikah, tik?" Tiap ngumpul bareng akhwat lain dan ngomongin nikah rasanya ga terlalu menarik untuk saya haha bukan ga ada keinginan tapi ya masih jauh dari angan-angan saya begitulah. Nah komitmen itu adalah ada pada tahun 2017 yg mana di bulan ramadhan 2016 saya buat yang kira-kira isinya seperti ini
'jika memang terbaik menurut Allah ijinkan saya menikah di tahun 2017 bulan juli jika memang belum saatnya maka saya akan pulang ke kampung halaman'
Itu ikrar komitmen yang saya buat hanya memotivasi diri saya agar berkeinginan buat menikah. Haha. Tapi setelah umroh keinginan buat pulkam semakin kuat padahal belum jatuh tempo. Sampailah saya merenung dengan kalimat itu duduk di jabal rahmah waktu itu dengan sedikit menunduk doa saya 'Ya Allah siapapun lelaki sholih yg engkau kirimkan untuk hamba jika saat ini sedang memperjuangkan saya maka permudahlah dia untuk menjemput saya"
Doa yang benar-benar saya ingat dan saya siapkan dari sekian banyak doa.
Sesampainya di kampung halaman Alhamdulillah tawaran buat mengajar datang langsung di bulan juli 2017 saya mengajar di sebuah sdit dengan pengalaman kerja selama ini masih sama yaitu di dunia pendidikan.
Perasaan waktu itu udah agak tenangan pertama sudah di kampung halaman kedua sudah bisa aktivitas lagi. Walaupun hilal jodoh belum keliatan hehe.
September 2017 seorang kakak yg sudah ummahat meminta bantuan dalam rangka idul adha. Disela kami mengobrol beliau menyodorkan kertas biodata ta'aruf "tika udah siap kan?" Tanyanya
Saya bilang insya Allah sudah kak. Akhirnya saya isi dengan agak asal-asalan karena saya ga yakin kakak itu serius.
Sepulangnya dari membantu kakak itu. Tiba-tiba hp berbunyi masuk WA dari kakak itu "tika ada yang mau ta'aruf sama tika gimana udah siap?"
Jederrrr. Rasanya waktu itu bumi yang berputar seketika berhenti. Sulit bernapas. Ada perasaan ga percaya tapi nyata. Dengan cool dibalas padahal dag dig dug "cepatnya kak? tadi sore barusan isi bio, insya Allah tika siap. Istikharah berapa hari kak?"
Kakak jawab "yang penting ga sebulan yaa"
Satu pekan istikharah ga putus buat mantepin hati untuk proses ta'aruf yg entah dengan siapa. Sebenarnya 3 hari udah mantep dan dpt jawaban tp biar afdhol pas 1 pekan hehe.
Singkat cerita~
Setelah menunggu lama karena waktu itu masih diamanahi menjadi panitia di Acara supercamp anak-anak rohis jadi sempat terlupakan dengan proses itu. Akhir september biodata sang ikhwan diberikan ke saya. Belum selesai episode keterkagetan itu yang buat saya berhenti bernapas. Hehe. Inget banget malam di kamar sendiri membaca bio ikhwan itu dan tiba-tiba tersungkur ga percaya. Nama lelaki yg bagi saya ga asing tapi pun ga dekat. Masya allah.
Bersambung ~
Langganan:
Komentar (Atom)
