Laman

Senin, 22 Juni 2015

Suatu ketika


Suatu ketika kita berjumpa…
Apakah tujuan kita masih sama? Impian kita masih sama? Saat itu diterik matahari kita duduk diatas bangku-bangku kosong masih mengenakan seragam sekolah, sambil menatap matahari menerawang impian kita tentang masa depan.
Suatu ketika kita berjumpa…
Apakah kita masih saling berangkulan? Memegang pundak masing-masing dari kita? Saat itu hujan deras membasahi seragam sekolah kita, sambil menyelamatkan ransel-ransel yang berisi buku-buku pelajaran yang menemani hari kita menimba ilmu.
Suatu ketika kita berjumpa…
Apakah kita akan bertanya tentang kabar? Tentang kenangan-kenangan kita? Tentang guru kita? Tentang tempat bermain kita? Tentang pekerjaan kita sekarang? Tentang teman-teman sekolah kita? Tentang…
Suatu ketika… kita berjumpa.

Aku hanya bisa berdoa suatu ketika kita berjumpa, kita masih bisa saling berangkulan, tersenyum, tertawa dan bercerita banyak. Banyak sekali.

Sekarang, Yang membuatku terbungkam adalah kita tidak bisa saling menanyakan kabar, kita tidak bisa saling bercerita lagi, kan? Maksudku, bukan. Bukan kita tidak bisa tapi… kita belum bisa. Kita belum bisa bertemu lagi.Padahal kita juga akan bisa berkumpul kembali, kan? Berkumpul disuatu hari nanti. Ditempat terindah yang Allah siapkan.
Selalu merindukan, kita berjumpa…

untuk Aisyah, Alfatihah...
ruang rindu, 05 Ramadhan 1436

Selasa, 16 Juni 2015

Kekisah

Terkadang kita tak perlu menjelaskan panjang lebar kepada seseorang yang kita anggap sudah mengenal kita. tentang masalah kita, tentang kehidupan kita, tentang handphone yang ketinggalan, tentang salah memakai tas, tentang terbalik mengenakan kerudung, tentang lupa membawa laptop. kadang memang tak perlu menjelaskan apapun. cukup diam. perhatikanlah tingkahnya menghadapi kita, barangkali ada hal-hal yang tak bisa dituangkannya lewat kata-kata dan dia hanya bisa mendengarkan cerita kita hari ini. sulit lewat berbicara. barangkali ia yang selama ini mengenal kita memang tak bisa bercerita banyak. tapi jika ia punya masalah ia datang kepada kita hanya untuk menyandarkan kepalanya. iya, dia membutuhkan sandaran. entah atas penatnya hari atau hanya sandaran untuk menguatkan pundak yang rapuh diterpa rumitnya liku kehidupan. jadi saling menjelma sebagai seseorang yang mengenal itu adalah menakjubkan.
sebaiknya kita saling bercerita saja, bagaimana?


Pontianak, mendekati Ramadhan

Sabtu, 06 Juni 2015

Isyarat

Derai-derai kisah terselip
dan diantara tanda tanya, isyarat hati itu
Hujan saja turun tanpa permisi
apa aku harus mengeluh?
kurasa tidak, kawan
Nikmati saja

Pontianak, Ruang PPL 19092012