Laman

Senin, 23 Maret 2015

Tentang Proses

Ketika banyak orang berkata "ah itu hanya proses saja" atau ada juga beberapa yang berkata "anggap saja hari ini kau kenal dia seperti teman lainnya, jika tak ada kecocokan. tinggalkan saja cari teman baru"
kata-kata yang terkadang membuat hati-perempuan-macam-saya tak bisa menerimanya. ingin rasanya mengabarkan keseluruh orang-orang itu "Hei ini bukan permainan" .sulit. benar-benar sebuah keputusan yang sulit. Proses yang panjang seperti menghadapi sebuah tes lisan dihadapan dosen saya mata kuliah Sejarah Australia ocenia yang ketika itu rasa lidah dan otak tergaga gugu, kelu. antara malu dan membisu. syahdu namun kaku. tak bisa dibedakan.
itulah mengapa perjalanan melindungi hati dari kesia-siaan adalah ujung tombak dalam proses ini. berbaik sangka pada sang pemilik hati, Allah.
Memang sejatinya kita selalu bisa berkata apa-saja-tentang-Sabar. tapi nyatanya? ah tak semudah yang kau bayangkan. Karena proses mengenal sesosok manusia membutuhkan bermilyaran detik, apalagi 2,3,4 sosok. lagi-lagi ini hanya proses. bagaimana bisa kau tahu seluk beluk kebiasaan teman yang sudah dari sekolah Menengah Atas kau kenali, bagaimana kau mengenal teman semasa begajulan di bangku kuliah sebelum hijrah. bagaimana?
semoga kita, entah itu saya atau kau yang akan atau sudah dihadapi sebuah pertanyaan-pertanyaan semacam menyepelekan ini, bisa mencernanya kembali. atau juga bisa melupakannya saja. atau bahkan melindungi dengan terus berdoa bahwa masih ada kesempatan esok yang Allah karuniakan rasa menyabarkan diri sendiri dan menyabarkan proses mengenali dengan indah. karena proses mengenal teman tidak semudah kau ingat nama dan makanan favoritnya tapi lebih dari itu. bahkan kau harus tahu dan hafal no hp nya. bahkan lebih.

@Pontianak, 2303'15
23:28 Wib
-Ruang Tafakur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ga ada manusia yang sempurna, silahkan berkomentar..Terima Kasih :)