Laman

Sabtu, 25 April 2015

Seharusnya



Seharusnya, kita bisa menyembunyikan perasaan kita. Maksudku, menyembunyikan perasaan sedih, marah, kecewa, kalah, putus asa. Atau perasaan-perasaan semacam menghambat aktivitas kita sendiri ataupun orang lain. Bukankah seharusnya kita bisa menyembunyikannya? Demi melindungi perasaan orang lain. Jangan berdalih ini hanya kita yang melakukannya, jangan berpikir ini hanya kita yang mengusahakannya agar perasaan kita tidak tercecer dan berserakan? Apa? Katamu hanya kita yang mencoba menyembunyikannya? Huh.
Kau hanya melihat sisi dirimu sendiri, kawan. Coba kau perhatikan orang-orang yang sabar. Kau amati, apa yang membuat mereka bisa menyembunyikan perasaannya? Apa coba?
Yup. Tepat! Karena mereka mencintai dan ingin melindungi orang-orang yang disayanginya oleh perasaan buruk mereka sendiri. Jangan sampai karena sedikit saja tercurahkan perasaan itu, orang lain menjadi terkena imbasnya. Oh iya, Dan ketika suatu hari kamu berjalan bersisian dengan orang yang sabar, coba tanyakan bagaimana mereka menjaga perasaan orang lain. Apakah mereka bahagia? Apakah mereka juga merasa itu adalah kewajiban mereka? Yang pasti merekalah orang yang menang dalam urusan menjaga perasaan orang lain, maksudku mungkin perasaan orang yang mereka sayangi dari perasaaan buruk mereka. Adil bukan? Bahkan…. Allah menyukai orang-orang yang sabar.

Mengapa kita tidak mulai mencobanya?

Rabu, 22 April 2015

April hampir usai, cerita belum selesai



Assalamu’alaykum blogger! Hei, sudah lama tidak bercerita informal seperti ini ya. Halah. Oh iya, Bulan april sudah hampir habis, mau cerita deh. melewati bulan april ini sedikit lebih keras, guys. ya saya kira begitu sebab bulan ini aktivitas tidak banyak tapi justru itulah titik “keras” nya. Biasanya ketika kita tidak banyak aktivitas disitulah sisi terlemah kita dalam urusan ‘amalan. Menyedihkan bukan ? T_T
Bulan april juga saya banyak mendapatkan kabar gembira, kira-kira ini penting ga ya? Iyalah, saya banyak mendapat undangan walimahan. Masya Allah, dari yang hanya menjadi tamu sampai menjadi panitia. Jujur, saya jarang menjadi panitia walimahan. Sejak di bangku kuliah hanya dua kali saya menjadi panitia resmi. Dan bulan april ini salah satunya. Lagian menjadi panitia itu bukan prestasi sebenarnya, hanya mungkin jadi gambaran yang membuat saya pada akhirnya lebih tahu aja yang mana yang di perlukan lebih urgent di sebuah walimatul ‘ursy. Dan mungkin jadi banyak dapat ilmu dan nasihat. Ada sebaris kata ampuh orang walimahan “cepat nyusul ya”. Saya sampai hapal betul itu kalimat. Huft. Bisa mungkin karena antimainstream kita ganti jadi “sekarang udah semester berapa?” :D
Oke, kita tinggalkan cerita walimahan. Sebab, Jodoh pasti bertemu kata bang afgan dan jodoh pasti bertamu kata ukhty sally. Jangan-jangan mereka jodoh (?) hahaa.  Aamiin.
Bulan april juga jadi moment penting buat saya dan adik saya karena kami resmi jadi reseller “jilbab walimah”. yeay! *tepuktangan
Ketertarikan saya berawal dari twitter. Waktu itu mengikuti twitter kak Amalia dian ramadhini beliau adalah COfounder jilbab walimah dan Peduli jilbab. Ada satu twit kak amal yang saya ingat yang intinya beliau bahagia bisa membantu mewujudkan impian pasangan pengantin menggunakan pakaian pernikahan yang syari. Memang sih, pastinya di lingkungan kita masih terlalu sulit dan asing kalau tidak di pahamkan jauh-jauh hari bahwa pakaian pernikahan syari itu indah. Nah, dari situ saya dan adik saya memilih jilbab walimah. Sebenarnya kami berdua sudah hampir menjadi reseller jilbab juga dan setelah menimbang, berdiskusi, akhirnya terpilihlah jilbab walimah. Walaupun hanya reseller, kami sudah bahagia, apalagi sejak menjadi reseller,WA dan BBM jadi penuh dengan pertanyaan, bahagia sih. bisa membantu teman-teman akhwat yang lagi kebingungan, Macam-macam tingkah polah customer.. itu yang jadi pengalaman seru. Belum lagi kalau dari pusat ada mengeluarkan model terbaru, dan langsung di post di akun social instagram. Wuidih yang nanya banyak sekali. Karena kami yang awalnya ga berpengalaman, akhirnya terbiasa juga. Dan lucunya, kalau lagi ketemu dengan teman-teman akhwat langsung pengen nawari dan berjualan hahaa. Kadang sih, mereka yang langsung nanya. Semoga bisa bermanfaat buat banyak orang dan membantu mencari solusi terbaik untuk walimah, wisuda, keacara-acara formal dan informal dengan menggunakan pakaian syari. Semoga. Happy shopping ^_^
keep syari in your special moment :D jangan sungkan untuk main-main ke akun-akun jilbab walimah yah dear ukhti ^^
untuk region pontianak bisa kunjungi
IG : jilbabwalimahptk
FB : jilbab walimah pontianak

syukran


Senin, 20 April 2015

Jangan kaget



Petunjuk bisa di gambarkan sesuatu di ujung sudut yang begitu terang seperti cahaya,mungkin. Tapi kalau boleh menggambarkan petunjuk ya, seperti sesuatu yang tadinya mungkin tak terkira, tapi bagi Allah itulah sebuah tanda. Petunjuk dari Nya. Jika mendapatkan petunjuk dari doa-doa selama ini, gapailah. Perkuat doa.
Barangkali itu petunjuk Nya kan?
Siapa tahu,dari sekian banyak doa yang terkirimkan ada satu doa yang Allah ijabah, dari sekian banyak doa siapa tahu yang tak terkira itulah petunjuk. Barangkali, di sudut-sudut yang tak terkira itulah cahaya itu hadir. Hadir sebuah petunjuk. Cara Allah menghadirkannya memang tak terjangkau pikiran kita sebagai manusia biasa, petunjuk Allah yang hadir bahkan mungkin sangat misterius. Sekalinya hadir kita akan terkaget-kaget, sekalinya hadir …. Petunjuk itu menuju pada satu titik. Titik temu kita.
Barangkali, kan?
:)