Tempo hari saya
mengunjungi masjid kampus, entah mengapa saya merindukan suasananya.
Karena berkunjung ke masjidnya
waktu itu libur kuliah, sudah dipastikan masjid sepi.
Saya berjalan dari teras yang ada madingnya,
kemudian masuk masjid.
Ga ada ritual apa-apa
selain hanya duduk dan membuka mushaf terus membaca alqur’an.
Sampai pada akhirnya saya
dikejutkan dengan bunyi uang receh koin,
berderai-derai jatuh ke sajadah.
padahal
agak mustahil bunyinya sekuat itu tapi karena suasana sunyi mungkin ya.
Karena
penasaran, saya menengadahkan kepala ke shaf shalat di depan.
Apa yang terjadi?
Seorang kakek tua sedang
ruku’.
Saya pikir sudah biasalah ya kita shalat uang jatuh dari kantong.
Tapi tunggu dulu…
Ini agak mengiris hati
saya,
kakek itu sudah agak susah untuk ruku’ dan sujud.
Hingga sampailah pada ia
berdoa. Lama dan sepertinya khusyuk.
Lalu kakek itu memunguti uang-uang recehnya.
Kemudian pergi
Saya ini memang agak
kepo jadi saya ikuti si kakek sampe ia di parkiran.
dan ternyata…
Si kakek menggunakan
sepeda.
saya berdiri di jendela masjid. mengusap air mata.
Secuil kejadian ini
membuat saya sangat terteguun malu.
Sehat saja kita masih lalai.
Sakit saja masih manja >_<
Ah….
Ini hanya secuil kejadian.
apakah engkau baru akan
membelalakkan mata ketika allah memberikan segunung kejadian-kejadian lagi?
Betapa sombongnya
diri….
:’(
Astaghfirullah.
"Hakikat bermaksiat adalah memerangi Allah.
Siapakah lebih bodoh dari makhluq lemah yang memusuhi Dzat Maha Kokoh?"
-Hasan Al Bashri-


