Petang hari, 28 Januari 2012
Disebuah tempat nan sunyi…
“jadi biar bagaimanapun adek-adek harus siap dengan itu semua…lahir dan batin dek” ucap murabbiku lagi dan lagi seperti menegaskan sesuatu.
Subhanallah…..sore itu menjadi sore yang indah dalam halaqah tercinta makin sayanggg banget sama murabbi dan temen-temen liqoan yanag unyu-unyu ^^ ba’da liqoan aku sempetin deh buat sharing sama temen liqoan tentunya…
“Ukh, mau kemana habis ini?” tanyaku pada akhwat manis dan sholeh itu
“ashar di masjid kampus ana aja ukh sekalian pulang, mau bareng?” jawabnya
“boleh”
Setelah ashar aku dan akhwat temen halaqahku itu ber sharing ria mengenai pembahasan tadi waktu halaqah
“ukh, ana ga kebayang kalo kita mesti nyiapin diri buat menghadapi hari “H” nanti” aku memulai obrolan sambil melipat mukenaku. Tiba-tiba si akhwat yang dari tadi melipat mukena juga menoleh kearahku dan kami saling berpandangan hingga tertawa lepas…
1,2,3,4,5,6,7…. detik kami menahan tawa didalam masjid lalu keluar dan mencari sisi ruangan untuk melanjutkan sharing.
“itulah ukh, ana juga mau nyiapin diri dulu aja ukh..hafalan aja belum kelar-kelar, bacaan nih fiqh wanita, fiqh dakwah, fiqh prioritas semuanya ukh harus di baca dulu hehehe”
“iya bener ukh, apalagi ana mesti belajar ngurus diri dulu. Kayaknya ana masih kecil banget ukh. Lha gimana mau ngurus suami coba hahaha”
Tawa kami lepas lagi…
Dan
tawa kami reda…
“Masya Allah ada-ada aja anti ini” dia berujar saat tawa kami reda
“eh,ukh udah sorean nih pulang yuk…ntar ga habis-habis diskusi kita hehe” ucapku mengingatkan
Kami pun meniggalkan masjid kampus dan menuju keparkiran motor dan ber”cipika-cipiki” di parkiran sambil sesekali tertawa mengingat sharing tadi di beranda masjid.
“Ukh kalo udah siap anti duluan aja ya, ana siap deh ngurusin panitianya”ucapku kepada Si akhwat temen halaqah ku yang sholeha itu
“awas ya anti nih, ya udah ana duluan ya hati-hati ukh. Assalamu’alaykum”
Wa’alaykumsalama wr wb”
----
Ba’da isya di kost an tercinta tiba-tiba hanphone manisku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.
From : Ukhti tersayang
Apa arti mencintaiNya?dan mencintai manusia karenaNya?
Dengan mudah kau nyatakan cinta JELAS kan padaku apa artinya!
Uhibukifillah,apa maksudnya?
Dimana engkau dan dimana diriNya dalam mencintai dan dicintaipun dimana aku saat berujar cinta.
Bukankah cinta itu pengorbanan, keihlasan, keberterimaan, perjuanagan, kesetiaan, kerinduan dan ketulusan.
Tak ada sapu tangan saat kawan mengurai air mata Tak ada ucapan selamat saat kawan berbahagia Tak ada genggaman taat saat kawan ketakutan Tak ada perlindungan saat menerobos medan lawan Tak ada masehat saat dirundung awan ujian Tak ada cermin untuk menampilkan bayangan.
Ah,maafkan aku kawan....Ternyata diri ini masih belum paham arti mencintaiNya dan mencintaimu karenaNya,karena nyatanya kau tak ada saat ku ada dan aku tak ada saat kau ada. Maafkan aku teman...
Deg…
Ga terasa tiba-tiba air mataku menetes di mukena biru kesayanganku…
---
Dua hari ba’da Liqo dan aku tetap menjalani rutinitas seperti biasa sebagai mahasiswi akhir semester yang sibuk-sibuknya berurusan sama dosen,perpustakaan,internet dan amanah-amanah dakwah lainnya.
Lagi di perpustakaan tiba-tiba handphoneku berbunyi….
From : ukhti tersayang
“Ukh, urgen!!!! Ana mau ketemu anti…ntar ketemuan di kampus ana aja ya. Ba’da zuhur ana tunggu….di taman kampus ana”
Masya Allah apa-apa lagi ini? Fikirku
Replied
To : Ukhti tersayang
“insya Allah ukh… ada apaan sih kok ngagetin banget ? -_-“
1 menit…
5 menit….
30 Menit…
ga ada balasan dari si akhwat yang merupakan teman liqoan serta TaUkhti an ku, walau beda kampus, beda jurusan,prodi dan beda semuaaaaaaanya termasuk selera makan ga pernah sama tapi kami bisa di bilang paling klop hehehe ^_^ karena beda karakter jadinya bisa klop saling mengisi dan menutupi kekurangan dan kelebihan masing-masing (Upzzzz,apa juga yang barusan di certain ga jelas banget hhehe)
Sesampainya aku di taman kampus nya, terlihat dari parkiran motor seorang akhwat berjlbab Hijau muda melambai-lambaikan tangannya kearahku….
“Assalamu’alaykum wr wb…..”
“wa’alaykumsalam wr wb, urgen apanya ukh?” tembakku tanpa basa-basi
Ditaman yang kutaksir cukup luas itu, sebuah kampus yang asri dan sudah familiar….kami duduk berdua di bawah sebuah Pohon cukup tua dan teduh serta tak banyak di lewati mahasiswa karena perkuliahan sudah berakhir.
Angin…
Panas…
Dan……
“ana kemaren di hubungi murabbi kita dan beliau memberikan ini” ucapnya
Sambil mengeluarkan selembar kertas yang kalau tidak salah kubaca seperti sebuah Biodata,
Tunggu dulu….
Dan…
“ini ga amniyah kah ukh?” tanyaku
Dia menghela nafas dan kuperhatikan ada raut bahagia dan bercampur-campur di wajahnya. Aku memperhatikannya dan sedikit tertawa, lalu ia menoleh kearahku dan tertawa. Akhirnya ketegangan tadi kami pecahkan dengan tawa yang seperti tak ada masalah apa-apa…
“akhirnya massa itu hadir juga kan?” Tanya ku merangkul bahunya
“ukh……Uhibbuki Fillah” teriaknya
Tiba-tiba kami terdiam lalu tertawa lagi dan akhirnya menangis…
“ga terasa ya kita tuh udah dewasa,ukh” ucap ia sambil menyeka air matanya
“iya, dan ente yang duluan haha” tawaku dan tangisku yang bercampur jadi satu dan semua perasaan yang tak terbendung lagi
---
3 bulan setelah peristiwa itu…aku masih berkutat dengan tugas akhirku dan ?
Dia pun sama masih mahasiswa sepertiku yang membedakannya adalah dia sudah menikah dengan proses yang lumayan cepat, proses khitbahnya yang mengagetkan aku dia malah datang kerumahku…rupa-rupanya ia di khitbah abang kandungku yang baru 1 Tahun hijrah lagi ke Pontianak pasca kuliahnya dia dapat kerjaan di sini dan langsung “mencari jodoh” dan parahnya lagi jodohnya itu teman liqoan ku >_< akupun benar adanya jadi panitia walimahan mereka hehe yah…ga papa lah itu sumpahku dulu.
---
The End
30 Januari 2012, Pontianak 09.37 PM