Assalamu’alaykum,
Hari ini saya sedikit teringat-ingat dengan 2 orang teman
saya, sebenarnya saya punya banyak teman tapi tidak (terlalu) akrab mungkin
karena saya yang berpikir bahwa ada teman yang hanya cukup dijadikan teman, ada
juga teman yang bisa lebih dijadikan teman. Bukan berarti memilih-milih, Ya teman yang
lebih ini maksudnya kita bisa tiba-tiba bercerita banyak hal dengan dia tanpa harus jadi orang lain. Edisi kali
ini ga terlalu mellow dan ga mendramatisir. hehee
tentang dayang, kita kenal disemester awal perkuliahan, ingat
sekali diberanda masjid ilham kita
ketemu pertama kali untuk bergabung di fkmi dan akhirnya menjadikan kami
berteman akrab. Sosok yang keibuan dan kalem kata sebagian teman kita hampir
setipe, di fkmi (sekarang LDK) kamipun tidak pernah dipertemukan dalam satu
bidang, tapi tetap bisa menjadi teman baik.Dari dia sangat banyak pelajaran
yang didapat, bagaimana menjadi perempuan yang baik, bagaimana bekerja keras,bagaimana
perempuan itu harus bisa memasak dan pelajaran hidup lainnya yang bisa dengan
mudah saya dapatkan dari dia. Dengan dia saya bisa tiba-tiba banyak bercerita
apapun, mudah bagi saya yang sebenarnya introvert ini untuk ngedumel ke dayang,
kita bahkan seringkali berdebat hal-hal ga penting, benar-benar aneh tapi lucu.Pernah
ada satu kejadian Lucu yang kita alami, menghadiri sebuah kajian bahasa arab
disebuah ma’had ntah mendapatkan undangan dari mana yang mengantarkan kami kesana,
benar-benar kejadian tercanggung. Di kajian itu pengisinya seorang Ustadz dari
luar negeri dari Yaman yang mengoceh dengan bahasa arab fasih kemudian jamaah
yang (mungkin) paham tanpa terjemahan pula mengangguk-anggukkan kepala mereka,sedangkan
kami yang waktu itu baru kuliah tingkat 2 hanya terdiam sesekali saling menoleh,
bertatapan, ingin keluar majelis tapi malu akhirnya sepanjang kajian kami hanya
terpaku. Tapi kami mendapat teman-teman baru yang imut, adik-adik SDIT yang
memanggil kami ammah. Benar-benar tak terlupakan.
Tentang Yuliani, hampir sama perkenalan dengan yuli pun
diawal semester tapi dengan tempat yang berbeda. Kita hampir tidak pernah “ngobrol
asik” karena saya dan yuli punya teman-teman yang berbeda. Waktu dikampus pun
kami jarang sekali bercerita banyak hal, satu hal yang saya ketahui dari yuli
adalah dia Tangguh! Akhirnya Allah
benar-benar mempertemukan kami dalam satu amanah. Waktu itu kami masuk semester
tujuh dan PPL (Praktek Pengalaman Lapangan disekolah) saya dan dia diamanahkan
di DPM-REMA (dewan perwakilan mahasiswa) yuli yang waktu itu sebagai kepala
komisi C dan saya staf komisi A. memang kami tidak dalam satu bidang tapi sejak
saat itu kita sering menghabiskan waktu bersama. Dari dia saya banyak belajar
tentang arti keberanian, bagaimana seorang perempuan harus bisa menunjukkan
kemampuan dan jati diri sebagai agent of change. Suatu hari sehabis kita rapat membahas
undang-undang PMB yang saya agak lupa tepatnya ketika itu masuk sms “tika,
kayaknye kmi(yuli) mau keluar” disitu saya baru menyadari bahwa peran seorang
teman adalah bukan hanya ada disaaat ketawa ketiwi. Tapi peran seorang teman
menjadi pembackup disaat rapuh. Saya yang memang jarang (mampu) berbicara
banyak didepan orang hanya bisa menyampaikan semangat kepada yuli. Dan kami
yang hanya berdua akhwat waktu itu
saling menguatkan walaupun kerja di DPM ga keliatan tidak seperti teman-teman
di BEM tapi bagi saya yang lahir di ranah da’awi banyak sekali mendapatkan
banyak pelajaran. Kejadian disaat itu terulang waktu saya (mendadak) menjadi co
acara fsldkn di syura akbar pertama kali saya sudah keringat dingin dipojokan
masjid IAIN dan yuli menenangkan saya,mengajarkan saya sepatah dua patah kata
untuk disampaikan ke khalayak ramai, ya benar saja ketika waktu penyampaian
tiba yang diajarkan dan yang disampaikan ga ada yang sesuai denga latihan
sempat ngeWhatssup yuli “yuli, tika ga bisa yul” jawaban yuli “bisa, tika bisa!”
karena tempat duduk seorang co dan staf berbeda saya menoleh keatas tepat yuli
duduk tampak dia mengepalkan tangan kanan sambil dengan mimik wajah “semangat
tika bisa” Kejadian yang tak terlupakan.
Dari dua orang yang berbeda karakter ini saya banyak belajar, saya juga banyak bercerita bahkan ada
yang “rahasia” , dan mereka berdua menginspirasi saya. semoga kita bisa bertemu lagi dan berteman sampai ke Surga.aamiin. Jazakillah,
Uhibbuki fillah :)
foto diambil saat reuni ikhwah ikip angkatan 2009 yuli(atas) dayang(tengah) dan saya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ga ada manusia yang sempurna, silahkan berkomentar..Terima Kasih :)