Laman

Minggu, 22 November 2015

Move on



Annyeong. Assalamu’alaykum. Hai, beberapa hari ini saya bisa dibilang terkena virus(?) bukan. Bukan karena lagi musim hujan saya jadi terkena virus. Saya kena virus “korea” . what? Hahaa. Gara-gara beberes kamar “kontrakan” heu -_-

Ceritanya, oke kita flashback beberapa tahun lalu waktu saya duduk di kelas 11 SMA sempat addict banget sama korea entah itu drama, film dan lagu-lagunya. Semuanya. Sampe dulu itu bela-belain setiap pulang sekolah atau les matematika saya selalu mampir ke kios tempat majalah dan kaset-kaset korea dijual. Menyisihkan uang jajan untuk mendapatkan majalah yang lebih mahal atau yang berbonus VCD. Kerjaan setiap ketemu teman di tempat les itu adalah saling tukar lagu-lagu korea.

 Duh, ternyata saya pernah melewati masa itu? Rasanya tidak percaya.

 Jadi ceritanya saya bertemu dengan teman lama yang bisa dibilang dialah sang penular virus tersebut. Haha. Namanya Elisa, kita pernah satu SMP tapi bertemu dan akrab kembali ketika satu tempat les waktu SMA. Entah, keajaiban apa waktu itu kita bertemu, ingat dia, ingat korea. Dan lebih lucu lagi mama di rumah suka bilang “siapa teman mba ika yang tergila-gila korea?” hehe. Dan seisi rumah tau dan melabelkan Elisa sebagai “penggila korea”.
Jadi ada satu boy band favorit kita waktu itu namanya DBSK a.k.a dong bang shin ki, itu lagu mereka favorit banget.  Nah, dan elisa ini lah yang memperkenalkannya waktu sudah tertular virus “gila” itu duh kebayang kan hebohnya kayak gimana dan kita jadi nyambung gitu kalo ngobrol, waktu les matematika kita punya teman-teman yang pinter-pinter banget sampe kita kadang suka mojok karena ga terlalu paham. Hhe. Ada saja cerita tentang DBSK, waktu itu kita jadi super kepo. Dulu masih pake Bluetooth jadi kalo memori hp full yah tinggal didelete aja. Tapi, sayangnya mereka udah bubar. Kalo ga salah personelnya memtuskan untuk keluar padahal mereka sedang naik daun di korea sana. Entah mungkin ada something yang kita ga tahu. Hehe. Setelah itu saya sempat juga suka big bang dan CN BLUE band asal korea juga. Ya begitulah.

Udah ah,
Nah, kalo sekarang kena virus karena kebuka lagi drama-drama yang tersisa. Jadinya saya seperti “nagih” aja nonton drama-drama korea. Astaghfirullah. T_T
Sambil bersih-bersih, file,folder masa lalu. Ternyata move on itu memang butuh waktu. Dan perpindahan kadang memang diperlukan dalam hidup ini, jangan segitu gitu aja ga ada perubahan.kalo mau jadi lebih baik maka move on lah :)
Memang kadangkala, merindukan masa-masa itu tapi ga mau mengulanginya :)
Selamat move on…
Beberes ditengah malam serasa sunyi, suram tapi menenangkan…
22 Nopember 2015

Jumat, 13 November 2015

Sebut saja kenangan

Kadang-kadang rasanya tidak percaya bisa melewati ini semua, ingin bersyukur. 
Dipertemukan (kembali) dengan kenangan lama waktu masih berseragam putih abu-abu. sebut saja itu kenangan. walau tidak ada foto yang membekas, entah tulisan puisi yang membawa perasaan ke zaman itu tetap saja itu suka teringat-ingat. kekaguman yang terlalu berlebih-lebihan memang tidak baik, kita jadi membutakan segala sesuatu yang tampak baik di luaran tapi buruk pada kenyataannya. ah, malu sekali. tapi lagi-lagi bersyukur. memang terkadang kita harus diingatkan kembali, sebab kita manusia, bukan malaikat. sebab kita pasti punya dosa.

Takut dan khawatir itu terulang kembali, menyia-nyiakan waktu hanya untuk hal-hal semu semacam itu. 
saya hanya takut--sungguh. cukuplah dirasakan sekali, saat berseragam putih abu-abu. 
sampai kelak saatnya akan tiba..
saya berdoa "Tuhan, kalau sudah waktunya. pertemukanlah"

Selasa, 10 November 2015

Bagaimana mungkin aku ragu?


Bagaimana mungkin aku ragu pada apa-apa yang telah digariskan Tuhan.
Pada setiap langkah kaki ku serta ucapan ku…
Aku ingin menuju pada satu titik.
Titik yang telah digariskan Tuhan, yang ku tahu itu akan aku dapatkan jika aku bersabar,
Mengikhlaskan segala apa-apa yang memang bukan untuk ku,
Melepaskan segala apa-apa yang bukan milik ku.
Bahwa yang ku tahu Tuhan memberikan apa yang aku butuhkan, walaupun aku menginginkannya tapi jika itu bukan yang ku butuhkan pada kenyataannya. Maka Tuhan tak akan memberikannya untuk ku.
Benar saja, kata yang telah kusematkan dan paling tidak selalu membuatku menundukkan kepala, menengadahkan tangan, dan menetas jadi air mata adalah “La Tahzan, Innallaha Ma’ana”
La Tahzan, Innallaha Ma’ana…
Jangan bersedih, Sesungguhnya Allah bersama kita.
Dengan begitu bagaimana mungkin aku ragu pada apa-apa yang telah ditetapkan- Nya?

Pontianak, 09 Nop 2015
@Ruang perenungan

Rabu, 04 November 2015

Pandangi saja langit :)


Assalamu'alaykum. Hai. Senang sekali bisa menjetikkan jari jemari di laptop dan menulis disini. Bagaimana tidak? Blog sudah semacam rumah bagi saya, tempat cerita, tempat bermain-main bersama kata-kata, tempat hmm…menggalau. Ciee. Blog juga merupakan wadah dimana setiap orang bisa menyebut dirinya “penulis”.Membuat kata-kata jadi indah, membuat cerita disajikan jadi menarik dan orang-orang bisa saja terkesima, dengan diksi indahnya. Menakjubkan. Padahal mungkin kenyataannya yang kau baca itu cerita hari-hari saja.

Menulis bisa disebut berjalan-jalan menyelusuri peristiwa yang jauh, kenangan yang sudah terlewati, berimajinasi tanpa ada orang yang bisa menghentikan, mencurahkan isi hati untuk orang yang dirindui tanpa ada seorangpun yang mengetahui, berkeluh kesah. Semua bisa saja dituliskan, tapi lucunya saya seringkali menulis dalam keadaan galau. Jujur saja hampir isi blog ini terlahir dari kegalauan saya akan suatu kejadian, jarang sekali saya menuliskan kisah bahagia-senang-gembira dan riang. Dan satu lagi kebiasaan yang saya lakukan ketika menulis adalah mendengarkan instrument petikan gitar,piano, lagu/melodi menyayat hati. Hahaa. Dan entah mengapa saya sulit menulis tanpa melodi-melodi itu.

Oh iya ketika menulis terkadang tidak semua saya dapatkan sedang seorang diri, sepi, sunyi. Biasanya malah saya menemukan ide ketika berada dimana-mana, melihat orang di jalan, melihat pohon, berada di Mall, bertemu orang, berada di suatu tempat, saat hujan, saat banyak masalah tanpa penyelesaian, tuh kan semua berawal dari ke-ga-lau-an. Haha. Saya bilang juga apa, hampir tidak ada cerita yang saya ceritakan tentang kegembiraan karena memang saat bahagia itu jangan kan menulis, terpikirkan pun tidak. Jarang. Pasti disaat sakit mendera hati terciptalah tulisan :D

Blog ini berjudul “sebiru langit” karena saya biasa tetiba ingin menulis disaat memandangi langit, dan dari sudut manapun saya berada langit itu tetap sama indahnya. Jadi, ketika memandang dan menulis secara bersamaan idepun mengalir dan tertuang kedalam tulisan :P

Untuk membangkitkan kebiasaan menulis ini susah-susah gampang, karena dari menulis cerita yang ga penting biasanya akan jadi rutinitas seperti terasa ada yang kurang dihari-hari saya. Bisa saja semisal mendapatkan ide ditengah hujan karena khawatir lupa saya akan menuliskan itu di note book handphone, dilaptop atau saya kemana-mana bawa kertas polio warna-warni, jadi kalau ada ide menulis saya tulis dulu sekenanya,hal yang ga penting sekalipun. Ini semua berawal Sekitar tahun 2010 pertama kalinya ikut pelatihan menulis dan bergabung di FLP (forum lingkar pena) walau ga aktif hehe, saya jadi punya kebiasaan ini. Ada saja hal yang bisa saya jadikan bahan tulisan”ga penting”.jadi intinya adalah yang penting nulis, ga ada satu orangpun yang bisa menghentikan kita. Terus menulis saja ,menulis apa saja yang disukai. Menulis bukanlah bakat turunan jadi kita yang ga punya turunan penulis pun bisa saja jadi penulis, kan? Yah, Menulis diblog.

Semangat nulis ya.

:)