Seharusnya, kita bisa menyembunyikan perasaan kita.
Maksudku, menyembunyikan perasaan sedih, marah, kecewa, kalah, putus asa. Atau perasaan-perasaan
semacam menghambat aktivitas kita sendiri ataupun orang lain. Bukankah
seharusnya kita bisa menyembunyikannya? Demi melindungi perasaan orang lain.
Jangan berdalih ini hanya kita yang melakukannya, jangan berpikir ini hanya
kita yang mengusahakannya agar perasaan kita tidak tercecer dan berserakan?
Apa? Katamu hanya kita yang mencoba menyembunyikannya? Huh.
Kau hanya melihat sisi dirimu sendiri, kawan. Coba kau
perhatikan orang-orang yang sabar. Kau amati, apa yang membuat mereka bisa
menyembunyikan perasaannya? Apa coba?
Yup. Tepat! Karena mereka mencintai dan ingin melindungi
orang-orang yang disayanginya oleh perasaan buruk mereka sendiri. Jangan sampai
karena sedikit saja tercurahkan perasaan itu, orang lain menjadi terkena
imbasnya. Oh iya, Dan ketika suatu hari kamu berjalan bersisian dengan orang
yang sabar, coba tanyakan bagaimana mereka menjaga perasaan orang lain. Apakah
mereka bahagia? Apakah mereka juga merasa itu adalah kewajiban mereka? Yang
pasti merekalah orang yang menang dalam urusan menjaga perasaan orang lain,
maksudku mungkin perasaan orang yang mereka sayangi dari perasaaan buruk mereka.
Adil bukan? Bahkan…. Allah menyukai orang-orang yang sabar.
Mengapa kita tidak mulai mencobanya?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ga ada manusia yang sempurna, silahkan berkomentar..Terima Kasih :)