Kau tahu? Yang tidak
bisa kita tebak selain jodoh dan rejeki adalah kematian. Ya kematian, mengapa
kita di dunia yang fana ini harus mempersiapkannya setiap detik? Jawabannya
karena kematian itu dirahasiakan Allah. Kesementaraan kita di dunia inilah yang
mengantarkan kita kepada apakah Allah ridha dengan perjalanan kita menuju Nya. Yang
sehat bisa di panggil yang sakit pun
bisa juga. Ini hanya soal waktu, kita pasti menemui kematian. Saya dan kita
semua pasti menemuinya. Hanya satu yang di harapkan dari mengakhirinya adalah
khusnul khatimah. Aamiin
Siang itu saya sedang menghadap dosen untuk mengurus surat
ijin penelitian, Handphone saya yang di silent
kan bergetar. Itu berarti menandakan ada panggilan masuk atau sms yang masuk.
Karena hampir 30 menit juga mengurus ini dan itu saya hampir terlupa ada
“sesuatu” yang masuk di Handphone saya. Baru saja menyandarkan badan ke tembok
masjid kampus saya lihat ada tiga panggilan tak terjawab, ada notif 1 panggilan
di facebook total empat panggilan dan ping! Yang begitu juga banyaknya dari orang yang
sama, Daniati atau biasa di panggil Nia. Biasanya kalau sudah begitu berarti
ada sesuatu yang mendesak pernah soalnya seperti
ini karena dia ada tugas kuliah. Tapi sepertinya kali ini dia benar-benar ada
sesuatu. Daniati dia sahabat SMA saya. kami ini walaupun kuliah di tempat yang
berbeda tapi masih sering hangout walaupun di akhir semester mulai tidak pernah
bertemu, sudah pernah saya ceritakan di blog ini :)
Saya pun melentikkan jari jemari di layar touch handphone
saya,
“Maaf nia ada nelpon?
Tadi tika lagi ngadap dosen”
Baru saja pesan itu terkirim
Handphone pun kembali berteriak, minta di angkat
T : “Assalamu’alaykum nia?”
N : Dengan nada tidak jelas dan ngos ngosan “benar ke Aisyah
tika Aisyah”
T : “nia suaranye putus-putus ni, nia kenape aisyah kenape
nia?”
N: “Ade nia di ketapang bbm tadi (nia, orang yang berbeda
dengan nama yang sama) katenye Aisyah meninggal tik”
T : saya terkejut antara tidak percaya dan kaget “Aisyah? Aisyah
kite nia? Ya Allah… Innalillahi wa inna ilaihi raji’un”
Saya hening masih tidak percaya sebab nia yang memberikan
info kepada kami berdua ini anaknya agak lucu dan jahil dari SMA. Tapi sejak
kami berdua kuliah di Pontianak, Aisyah jadi dekat sekali dengan nia ini.
Kemungkinan untuk bercanda atau membohongi kami berdua pun rasanya tidak
mungkin.
Percakapan kamipun terputus
BBM masuk
N : maaf tik aku lagi ngadap dosen ni, kite bbm ja.
Karena penasaran saya hubungi no aisyah.tidak
aktif.konyolnya saya pun meng sms
“Assalamu’alaykum aisyah apa kabar? Sehat kan?”
T_T
Sejak berita berpulangnya Aisyah, kami berdua benar-benar
kehilangan. Bagaimana mungkin kami yang mendeklarasikan diri sebagai sahabat selama
ini tidak tahu berpulangnya dia. Bahkan kami berdua tahu setelah hari ketiga ia
tiada. Sedih bercampur kesal karena tidak bisa menemani di saat saat terakhir
perjuangan aisyah menghadapi penyakitnya. Aisyah juga sahabat saya. Saya sampai
sekarang masih menyimpan sms-smsnya. Belum terhapus sms terakhir aisyah
“Assalamualaikum, tik apa kabar? Gimane skripsi?”
Huaaa. Saya jadi terflashback hampir semua ke konyolan kami
di masa SMA. Aisyah itu gadis sederhana, pendiam sebenarnya agak bawel juga sih.
Hehe.
Pernah di sela sela istirahat seperti biasa, duduk di depan
kelas kami waktu itu ada seperti kolam tapi bukan kolam seperti selokan tapi
bersih, kami namai “Telaga” di situ kami bertiga Terkadang berempat dengan nia
yang satunya. Saya, aisyah,daniati dan nia suka sekali bercerita dan
berandai-andai ala anak SMA biasa.. Karena sudah hampir UAN ketika itu.
“yang pasti tika sih kuliah dulu” tembak saya atas
pertanyaan besar setelah lulus
“aku sih kerje dulu lah sambil ngumpulkan uang buat kuliah”
daniati nyela
Aisyah hening.
Waktu Di perpustakaan karena tidak ada guru, kamipun di
ungsikan ke perpustakaan sekolah
“yang pastinye aku masih lama lah” jawab daniati atas
pertanyaan besar siapa yang duluan nikah
“tika prediksi, aisyah duluan setelah itu daniati terakhir
tika” jawab saya menahan tawa
Aisyah hanya tersenyum
---
Setelah enam tahun kemudian, aisyah yang tak kami sangka
akan menjajaki bangku kuliah karena tidak ada semangat. Nyatanya, dia yang
LULUS kuliah duluan diantara kami. Menjadi guru juga duluan. dan sudah
mengikuti beberapa pelatihan guru di Jawa karena yayasan tempat aisyah mengajar
adalah sebuah yayasan islam .kami berdua? Belum pernah. Oh ya dan tentang
pernikahan, dia memang tak bertemu jodohnya di dunia. Tapi dia duluan menghadap
sang Rabb. Ah, engkau aisyah. Kami merindukan telponmu.
Kami berdua selalu di hubungi aisyah, mungkin karena dia
kehilangan kami atau kami yang terlalu cuek dengan ikatan “persahaban” ini?
Rasanya untuk menyesali itu sekarang sudah terlambat,kan? Kami hanya bisa
memandangi handphone yang sekarang tanpa tawamu lagi, syah. Tanpa mendengar
ceritamu lagi, syah.
“tik, tadi saye cek up kerumah sakit ketemu teman kite.
Perawat disana”
“tik, skripsi udah sampe mane nih”
“tika, kunci sukses tu tik SABAR,DOA DAN USAHA. SEMANGAT.met
berjuang ye”
“tik, jangankan kau ye. Saye ja nda bise membayangkan saye
ngajar kayak gimane”
“tik apa kabar ni? Belum pulang ke ketapang? Lalu nda ade
kabar berite”
Ah. Sms sms itu masih tersimpan syah :’(
Beberapa hari yang lalu bahkan saya bertemu dengan adik
kelas yang menjadi favorit kita waktu SMA. Waktu itu rasanya refleks teringat
dirimu dan ingin meng sms.
Tapi… sekarang kamu sudah tenang kan aisyah? Kamu sahabat
terbaik. Jika suatu hari kita bertemu lagi di tempat terindah yang Allah
siapkan. Kita akan berkumpul lagi ya. Jangan lupakan kami, syah.
Panggil-panggil kami jika engkau sudah mencapai tempat terindah itu. Kami akan
menyusulmu..
Allahummagh firlahaa Warham haa Wa’afi haa Wa’fu’anhaa…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ga ada manusia yang sempurna, silahkan berkomentar..Terima Kasih :)