Laman

Kamis, 11 Januari 2018

2017 penuh warna episode 1

Bissmillah..
Akhirnya bisa tulis-tulis di blog. Bicara tentang 2017 sepertinya tahun yang penuh dengan kejutan dari Allah. Rasanya pengen nangis, ketawa, bahagia, sedih dalam momen yang terlewati itu. Ternyata Allah mendidik kita manusia yang penuh khilaf ini dengan cara yang tak terduga. Betapa Allah sayang sama hamba Nya.
Flasback waktu awal tahun januari 2017 sempat ngerasain yang namanya kecewa padahal mah ga tau ya kecewanya didasari apa hehe tapi rasa kecewa itu yah ga enak. Terus di bulan maret 2017 Allah sembuhkan dengan cara melaksanakan ibadah yang paling diimpikan yaitu mengunjungi tanah suci hampir 2 pekan merenung, berserah, atas sekelebat pertanyaan di dalam hati. Setelah itu bulan april 2017 istikharah sama pilihan-pilihan hidup salah satunya pulang selama-lamanya ke kampung halaman, hampir galau 2 bulan dengan pertanyaan yg sama apa iya ini pilihan tepat?
Bulan juni 2017 akhirnya resign mengajar dan pulang ke kampung halaman. Selalu saya ingat pertanyaan dari teman-teman kala itu "yakin pulang kampung?" "Kuat-kuat di sana ya tik" "udah istikharah belum tika"
Sebenarnya bukan ga beralasan milih pulkam itu hehe krn selain emang mau dekat sama keluarga, ada komitmen dalam diri yang akhirnya sudah harus dipenuhi. Waktu selesai kuliah banyak banget orang yang nanya "ga kepikiran buat nikah, tik?" Tiap ngumpul bareng akhwat lain dan ngomongin nikah rasanya ga terlalu menarik untuk saya haha bukan ga ada keinginan tapi ya masih jauh dari angan-angan saya begitulah. Nah komitmen itu adalah ada pada tahun 2017 yg mana di bulan ramadhan 2016 saya buat yang kira-kira isinya seperti ini
 'jika memang terbaik menurut Allah ijinkan saya menikah di tahun 2017 bulan juli jika memang belum saatnya maka saya akan pulang ke kampung halaman'

Itu ikrar komitmen yang saya buat hanya memotivasi diri saya agar berkeinginan buat menikah. Haha. Tapi setelah umroh keinginan buat pulkam semakin kuat padahal belum jatuh tempo. Sampailah saya merenung dengan kalimat itu duduk di jabal rahmah waktu itu dengan sedikit menunduk doa saya 'Ya Allah siapapun lelaki sholih yg engkau kirimkan untuk hamba jika saat ini sedang memperjuangkan saya maka permudahlah dia untuk menjemput saya"

Doa yang benar-benar saya ingat dan saya siapkan dari sekian banyak doa.

Sesampainya di kampung halaman Alhamdulillah tawaran buat mengajar datang langsung di bulan juli 2017 saya mengajar di sebuah sdit dengan pengalaman kerja selama ini masih sama yaitu di dunia pendidikan.
Perasaan waktu itu udah agak tenangan pertama sudah di kampung halaman kedua sudah bisa aktivitas lagi. Walaupun hilal jodoh belum keliatan hehe.

September 2017 seorang kakak yg sudah ummahat meminta bantuan dalam rangka idul adha. Disela kami mengobrol beliau menyodorkan kertas biodata ta'aruf "tika udah siap kan?" Tanyanya
Saya bilang insya Allah sudah kak. Akhirnya saya isi dengan agak asal-asalan karena saya ga yakin kakak itu serius.
Sepulangnya dari membantu kakak itu. Tiba-tiba hp berbunyi masuk WA dari kakak itu "tika ada yang mau ta'aruf sama tika gimana udah siap?"
Jederrrr. Rasanya waktu itu bumi yang berputar seketika berhenti. Sulit bernapas. Ada perasaan ga percaya tapi nyata. Dengan cool dibalas padahal dag dig dug "cepatnya kak? tadi sore barusan isi bio, insya Allah tika siap. Istikharah berapa hari kak?"
Kakak jawab "yang penting ga sebulan yaa"
Satu pekan istikharah ga putus buat mantepin hati untuk proses ta'aruf yg entah dengan siapa. Sebenarnya 3 hari udah mantep dan dpt jawaban tp biar afdhol pas 1 pekan hehe.
Singkat cerita~
Setelah menunggu lama karena waktu itu masih diamanahi menjadi panitia di Acara supercamp anak-anak rohis jadi sempat terlupakan dengan proses itu. Akhir september biodata sang ikhwan diberikan ke saya. Belum selesai episode keterkagetan itu yang buat saya berhenti bernapas. Hehe. Inget banget malam di kamar sendiri membaca bio ikhwan itu dan tiba-tiba tersungkur ga percaya. Nama lelaki yg bagi saya ga asing tapi pun ga dekat. Masya allah.

Bersambung ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ga ada manusia yang sempurna, silahkan berkomentar..Terima Kasih :)