Laman

Sabtu, 19 Maret 2016

Percayalah.



Dua bulan saya berada di kampung halaman, satu hal yang paling saya senangi ketika pulang kampung adalah berada di rumah. Rumah menjadi tempat ternyaman setelah mungkin bertahun-tahun mengembara ilmu. Karena rumah menjadi alasan kita untuk pulang, sejauh apapun kita pergi. Di sudut manapun rumah selalu punya cerita tersendiri, tentang masa kecil, tentang kenakalan, tentang cerita-cerita yang telah dilalui. Banyak sekali. Saya bahkan sangat senang dulu sering sekali teman-teman memanggil saya “anak rumahan” konsep panggilan itu tidak ada yang salah. Pun bukan berarti anak rumahan adalah mereka yang kolot, bodoh dan penakut dengan hidup. Itu yang saya tidak setuju. Sama sekali tidak. Rumah sudah menjadi tempat favorit selain perpustakaan. Saya bukan kutu buku, tapi berada di perpustakaan juga saya merasa seperti rumah. Saya seakan-akan bisa meng-imajinasikan setiap bacaan dengan mood saya. Entahlah saya menemukan cara itu dimana. Tergila-gilanya saya dengan perpus waktu duduk di kelas 2 SMP, saya seperti menemukan tempat lain di Bumi ini selain rumah. Lucu dan menggelikan kalau diingat-ingat, begitulah.
Tentang kepulangan dua bulan itu, Hanya kepulangan biasa setelah diwisuda, itu mungkin yang special. Karena banyak yang mengira saya akan menikah. Saya tak bisa menjawab, dan akhirnya saya harus melakukan semacam klarifikasi. Demikianlah. Tulisan ini pun saya tuliskan untuk memperkuat berita yang tidak benar diluar sana. Tapi, siapalah saya? Membuat klarifikasi berlebihan seperti ini :) mungkin lebih tepatnya membuat hati saya sendiri agar lebih tenang. Tidak akan banyak yang saya sampaikan, point pentingnya saya belum melakukan apapun di kampung halaman saya, murni hanya liburan. Memang ini semacam rahasia yang harus saya bongkar, hehe. Orang tua saya memang sering sekali berpesan untuk selalu membicarakan terlebih dahulu jika ada yang ingin datang kerumah. Jadi mana mungkin saya melakukan hal ini secara sembunyi kepada orang tua saya. Jadi, jangan khawatir. Insya allah, allah tahu mana yang terbaik untuk hamba-hambanya. Percaya saja.


Selamat Malam..
@My room, Pontianak 1903’15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ga ada manusia yang sempurna, silahkan berkomentar..Terima Kasih :)