Bagaimana mungkin aku
ragu pada apa-apa yang telah digariskan Tuhan.
Pada setiap langkah
kaki ku serta ucapan ku…
Aku ingin menuju pada
satu titik.
Titik yang telah
digariskan Tuhan, yang ku tahu itu akan aku dapatkan jika aku bersabar,
Mengikhlaskan segala
apa-apa yang memang bukan untuk ku,
Melepaskan segala
apa-apa yang bukan milik ku.
Bahwa yang ku tahu
Tuhan memberikan apa yang aku butuhkan, walaupun aku menginginkannya tapi jika
itu bukan yang ku butuhkan pada kenyataannya. Maka Tuhan tak akan memberikannya
untuk ku.
Benar saja, kata yang
telah kusematkan dan paling tidak selalu membuatku menundukkan kepala, menengadahkan
tangan, dan menetas jadi air mata adalah “La Tahzan, Innallaha Ma’ana”
La Tahzan, Innallaha
Ma’ana…
Jangan bersedih,
Sesungguhnya Allah bersama kita.
Dengan begitu bagaimana
mungkin aku ragu pada apa-apa yang telah ditetapkan- Nya?
Pontianak, 09 Nop 2015
@Ruang perenungan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ga ada manusia yang sempurna, silahkan berkomentar..Terima Kasih :)