Laman

Selasa, 10 November 2015

Bagaimana mungkin aku ragu?


Bagaimana mungkin aku ragu pada apa-apa yang telah digariskan Tuhan.
Pada setiap langkah kaki ku serta ucapan ku…
Aku ingin menuju pada satu titik.
Titik yang telah digariskan Tuhan, yang ku tahu itu akan aku dapatkan jika aku bersabar,
Mengikhlaskan segala apa-apa yang memang bukan untuk ku,
Melepaskan segala apa-apa yang bukan milik ku.
Bahwa yang ku tahu Tuhan memberikan apa yang aku butuhkan, walaupun aku menginginkannya tapi jika itu bukan yang ku butuhkan pada kenyataannya. Maka Tuhan tak akan memberikannya untuk ku.
Benar saja, kata yang telah kusematkan dan paling tidak selalu membuatku menundukkan kepala, menengadahkan tangan, dan menetas jadi air mata adalah “La Tahzan, Innallaha Ma’ana”
La Tahzan, Innallaha Ma’ana…
Jangan bersedih, Sesungguhnya Allah bersama kita.
Dengan begitu bagaimana mungkin aku ragu pada apa-apa yang telah ditetapkan- Nya?

Pontianak, 09 Nop 2015
@Ruang perenungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ga ada manusia yang sempurna, silahkan berkomentar..Terima Kasih :)