Laman

Jumat, 16 Oktober 2015

Sewajarnya saja

Aku heran pada mereka yang seringkali menyakiti diri sendiri, meresahkan takdir hidup yang sebenarnya itu bukan hal yang sepatutnya di keluhkan berulang-ulang. Mungkin diriku sendiri juga demikian.
Jika saja kita sedikit bersabar, bahwa akan ada hari yang indah di ujung perjalanan hidup. kita akan menemukan makna dibalik ujian-ujian itu. Berkata memang mudah tapi menjalaninya yang sulit, kan? tapi apakah dengan begitu kita bisa tetap baik-baik saja? tidak kan? itulah sebabnya mengapa kita tidak bisa bahagia, mengapa kita tidak bisa menikmati hari-hari dengan kegembiraan mungkin karena kita kurang bersyukur. menepuk dada sendiri. sombongnya :'(
kurang bersyukur. jika saja kita bisa merasakan betapa sulitnya mereka yang hidup mengais-ngais rejeki, sulit makan, sulit tidur memikirkan hutang-hutang. tidak ada tempat nyaman untuk beribadah, atau hal-hal lainnya. mungkin kita sudah mati berdiri. 
lalu pertanyaannya apa yang mau kita sombongkan? apa yang mau kita keluhkan? sampai-sampai kita berputus asa. baru dikasih Allah ujian sedikit, kita menangis, mengutuk diri, seolah-olah dunia akan berakhir dengan masalah yang kita hadapi. seolah-olah kitalah manusia paling menyedihkan. Padahal di luar sana banyak yang lebih menderita dibanding kita, bahkan yang sedang berjuang mati-matian untuk hidup pun ada. lalu mengapa kita merasa paling menderita dengan ujian ini?
jadi hidup sewajarnya saja, jangan terlalu bergembira pun jangan terlalu menyedihkan. sewajarnya saja dan terus bersyukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ga ada manusia yang sempurna, silahkan berkomentar..Terima Kasih :)