Laman

Senin, 05 Oktober 2015

Tidak mudah


Ternyata tidak mudah untuk melupakan sesuatu yang terus menerus dilakukan diwaktu silam. Aku bahkan beberapa waktu ini sering tertawa-sendiri-mengingatnya. Mengingat kejadian-kejadian bodoh, yang kadangkala itu hanya kumpulan kenangan yang terus-menerus diingat, disimpulkan dan akhirnya dikubur dalam-dalam. Pernah, suatu hari aku bertemu dengan orang-orang yang berada dan berperan dalam cerita, lebih tepatnya kumpulan cerita kenangan diwaktu silam-ku. Dan apa yang kuperbuat? Aku hanya bisa mengamati orang-orang itu. Mengamati satu-persatu dari mereka, mencoba menebak apakah mereka seperti aku? Aku yang sering teringat-ingat mereka. Mengamati mereka dari jauh. Sayangnya, aku tidak bisa menegur, beramah-tamah, menanyakan kabar. Aku tidak bisa. Aku tidak bisa melakukan itu. Mengamati-menjadi kebiasaan atau bisa juga aku sebut itu ritual karena dengan begitu aku akan bisa berkata di dalam hati bahwa tanpa aku mereka baik-baik saja. Bahwa yang paling terpenting walau tidak bisa melakukan apa-apa seperti diwaktu silampun aku tetap bisa mengamati orang-orang itu kan? Aku tetap bisa menerbangkan doa-doa untuk mereka kan? walau tidak bisa menjejakkan sejarah bersama orang-orang itu lagi aku tetap bisa menyimpan kejadian-kejadian yang pernah terlewati bersama. Dengan begitu, aku tidak perlu khawatir lagi, walaupun tetap tidak mudah melupakan sesuatu yang terus menerus dilakukan diwaktu silam. Tetap tidak mudah, setidaknya-bagiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ga ada manusia yang sempurna, silahkan berkomentar..Terima Kasih :)