Ternyata tidak mudah untuk
melupakan sesuatu yang terus menerus dilakukan diwaktu silam. Aku bahkan
beberapa waktu ini sering tertawa-sendiri-mengingatnya. Mengingat
kejadian-kejadian bodoh, yang kadangkala itu hanya kumpulan kenangan yang
terus-menerus diingat, disimpulkan dan akhirnya dikubur dalam-dalam. Pernah,
suatu hari aku bertemu dengan orang-orang yang berada dan berperan dalam
cerita, lebih tepatnya kumpulan cerita kenangan diwaktu silam-ku. Dan apa yang
kuperbuat? Aku hanya bisa mengamati orang-orang itu. Mengamati satu-persatu
dari mereka, mencoba menebak apakah mereka seperti aku? Aku yang sering teringat-ingat
mereka. Mengamati mereka dari jauh. Sayangnya, aku tidak bisa menegur,
beramah-tamah, menanyakan kabar. Aku tidak bisa. Aku tidak bisa melakukan itu. Mengamati-menjadi
kebiasaan atau bisa juga aku sebut itu ritual karena dengan begitu aku akan
bisa berkata di dalam hati bahwa tanpa aku mereka baik-baik saja. Bahwa yang
paling terpenting walau tidak bisa melakukan apa-apa seperti diwaktu silampun aku
tetap bisa mengamati orang-orang itu kan? Aku tetap bisa menerbangkan doa-doa
untuk mereka kan? walau tidak bisa menjejakkan sejarah bersama orang-orang itu
lagi aku tetap bisa menyimpan kejadian-kejadian yang pernah terlewati bersama. Dengan
begitu, aku tidak perlu khawatir lagi, walaupun tetap tidak mudah melupakan
sesuatu yang terus menerus dilakukan diwaktu silam. Tetap tidak mudah,
setidaknya-bagiku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ga ada manusia yang sempurna, silahkan berkomentar..Terima Kasih :)