Laman

Rabu, 29 Januari 2014

Tentang dua orang



saya terjebak macet di kawasan jalan ayani. saya melihat siang hari begitu cerah dan sangat panas. Banyak orang-orang yang sudah ingin segera sampai ke tempat tujuan. Saya kira begitu. saya hanya bisa mengamati, memperhatikan tingkah mereka dan tanpa meneriaki mereka. Di tengah-tengah para manusia “tidak sabar” itu Ada seorang bapak polisi,hmm agak tua tapi, masih tegap yang memandu kami untuk tetap rapi, mematuhi arus lalu lintas. Saya jadi teringat seseorang. Seseorang di belahan bumi yang lain, yang pastinya berstatus sama. Seorang polisi. Yang saya panggil Papah.
Saya hanya ingin menuliskan,
Masih ada kok, para polisi yang tulus hatinya ingin membahagiakan keluarganya dengan rezeki halalnya,dengan peluh keringatnya, pagi ketemu pagi, malam ketemu malam yang rela berkorban untuk buminya Indonesia, meninggalkan keluarga demi tugasnya sebagai aparat Negara, atau kadang yang hanya pulang kerumah beberapa detik saja sekedar mengecup kening istri dan mengelus kepala anaknya lalu pergi lagi. Masih ada kok.
Sambil mengendarai motor saya sedikit mengingat-ingat.
Selain aksi damai untuk palestina,penggalangan dana dll yang saya ikuti sepertinya tak pernah ada dalam catatan saya ikut berdemo brutal atau adu otot dengan para polisi/polwan. Entah lah. Saya lebih memilih untuk tidak ikut karena saya tak tega dengan bapak-bapak polisi yang berjaga, saya juga tidak tega dengan teman-teman mahasiswa yang akhirnya harus kena pukulan dari para polisi. Itulah alasan saya tidak ikut berdemo. Dan dalam catatan saya juga tak pernah di tilang, bukan karena saya anak seorang polisi tapi, saya memang melengkapi surat-menyurat dalam berkendaraan.
Sudah hampir di tikungan jalan veteran, saya mencoba melaju ,Siang itu jadi siang ter Mellow sepanjang sejarah saya pulang kerumah. 

Sebelumnya ayah saya menelepon “iya banyak-banyak berdoa buat kuliahmu, mamamu tiap hari berdoa”


Untuk dua orang yang mengharapkan saya lulus kuliah dan menjadi anak sholehah. saya berjanji, insya allah.

:')



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ga ada manusia yang sempurna, silahkan berkomentar..Terima Kasih :)