Laman

Kamis, 07 November 2013

berkecamuk



karena jiwa tidak akan pernah menang,dalam semua kecamuk perang. Kecuali setelah ia menang dalam pertempuran rasa, pertarungan akhlaq dan pergulatan manhaj” 
(Sayyid Quthb, fi Zhilaalil Qur’an)

Suatu hari aku menemui teman seperjuangan dulu ketika di organisasi, kita berdiskusi di bawah pohon

“jadi sibuk apa sekarang?”

“ga sibuk apa-apa,tik. Cuma berasa beda aja” jawabnya agak menunduk

“beda? Apanya? ”

“iya tik, aku malu mau diskusi setelah bertahun2 didakwah kok aku baru ngerasa sekarang ya?”

“udah males?Bosan dengan permasalahan yg itu itu aja? Atau klise dimana2 yg sekarang sering terjadi, kah?”

“ga juga, rasa kekurangan ilmu…” jawabnya menggantung

Kemudian setelah percakapan ga jelas itu, kami saling diam dalam waktu yang lama.saling berpikir. Kami tahu pikiran kami udah beda. Aku sekarang di pihak A. dia dipihak B. bisa disimpulkan kami udah ga sejalan.

Ada masanya kita bergandeng tangan saling menguatkan, dan ada masanya kita berjarak saling mendo’akan.
 



“Ya Allah izinkan kami untuk gelisah

Jika itulah yang bermanfaat

Maka buatlah kami berhenti dititik itu

Di situ saja.

Dengan mengesakaanMu dalam harap

Karena kami makin tahu

Berharap pada manusia,

Pada sosok maupun kelompok atau menggantungkan diri padaa mereka

adalaah luka bagi iman kami

Jugaa kekecewaan yang kadang bertubi “

(Gelisah, Dalam dekapan ukhuwah.Salim A fillah hal 331)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ga ada manusia yang sempurna, silahkan berkomentar..Terima Kasih :)